New Design

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Blackberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blackberry. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Februari 2014
BlackBerry Jakarta akan Hadir dari Marunda

BlackBerry Jakarta akan Hadir dari Marunda

Chairman Foxconn Terry Gou telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi terkait komitmen pembangunan pabrik ponsel di Jakarta. Foxconn yang telah menggandeng BlackBerry akan membangun pabrik di Marunda, Jakarta Utara

"Kalau di Jakarta merekakan disediakan tanah, yang saya dengar lokasi pabriknya nanti di Marunda," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (7/2/2014).

Hidayat berharap kesepakatan tersebut bisa ditingkatkan lagi bahkan segera direalisasikan. Keberadaan pabrik akan membantu Indonesia bisa mengurangi impor ponsel.

"Itukan masih MoU (LoI), jadi perjanjiannya harus ditingkatkan lagi, tapi yang penting mau itu lokasinya di Yogyakarta atau di Jakarta terserah, yang penting Foxconn segera investasi di sini, ini sudah kelamaan, sudah 2 tahun," ujar Hidayat.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi untuk persiapan investasi Foxconn di Jakarta. Mulai dari perizinan hingga menyediakan lahan untuk Foxconn.

"Dalam kesepakatan tadi kita ingin membantu dalam bidang infrastruktur, perizinan, menyiapkan lahan yang dibutuhkn butuh 200 hektar. Untuk awal 20 hektar. Di KBN (Kawasan Berikat Nusantara) ada provinsi, komersial, BUMN dan swasta," kata Jokowi.

Foxconn telah sepakat dengan BlackBerry asal Kanada bekerjasama memproduksi smartphone di Indonesia. Setelah keduanya mencapai kesepakatan, telepon seluler BlackBerry akan mulai didesain untuk pasar Indonesia.

BlackBerry menyebutkan bahwa Foxconn akan membantu untuk mendesain perangkat keras (hardware) ponsel tersebut selama 5 tahun, sesuai dengan kesepakatan. Sedangkan BlackBerry sendiri akan tetap fokus pada pengembangan perangkat lunaknya.
Rabu, 22 Januari 2014
BlackBerry Klaim Ungguli Samsung

BlackBerry Klaim Ungguli Samsung

Soal pangsa pasar di industri ponsel, BlackBerry kini tertinggal sangat jauh dari Samsung. Namun di satu bidang, vendor asal Kanada itu meyakini pihaknya lebih unggul dibanding Samsung.

BlackBerry berbicara tentang Knox, layanan sekuriti Samsung yang ditujukan untuk pasar enterprise. John Sims selaku presiden BlackBerry Global Enterprise Services menilai, Samsung masih 'hijau' soal solusi sekuriti dibanding BlackBerry.

"Samsung masih berjuang menguji platform enterprisenya dan memperbaiki bug sekuriti. Industri yang butuh sekuriti ketat bisa percaya, tak ada yang lebih aman dibanding perangkat BlackBerry yang dikendalikan BlackBerry Enterprise Server," tulis John dalam blognya.

John mengungkit isu sekuriti yang melanda Knox belum lama ini. "Periset dari Ben Gurion University di Israel mengumumkan bahwa mereka menemukan celah yang memungkinkan hacker mengambil data dari Galaxy S4 yang sudah dibekali Knox," tulisnya.

"Samsung menyatakan celah keamanan itu sejatinya terdapat di Android, namun hal ini menunjukkan tantangan Samsung dalam pengembangan Knox, agar bisa bertahan di lingkungan yang berbahaya," tambah dia, seperti dikutip dari blog Inside BlackBerry, Rabu (22/1/2014).

John rupanya turut menyindir Android sebagai 'lingkungan yang berbahaya'. Memang sebagai OS terpopuler di dunia, Android sering diterpa isu serangan program jahat.

Knox adalah sebutan untuk solusi sekuriti Samsung yang terdapat di smartphone Android high end seperti Galaxy S4 dan Galaxy Note 3. Dengan Knox, Samsung ingin berkompetisi dengan Apple dan BlackBerry di segmen enterprise.

Baca Juga :
Rabu, 08 Januari 2014
Harga BlackBerry Jakarta Ternyata Tak Sampai Rp 2 Juta

Harga BlackBerry Jakarta Ternyata Tak Sampai Rp 2 Juta

Terungkap sudah berapa harga yang akan dibanderol BlackBerry untuk smartphone BlackBerry Jakarta. John Chen, CEO BlackBerry, telah buka suara untuk harga ponsel yang akan diproduksi melalui Foxconn tersebut.

Dalam kesempatan ini, John Chen menuturkan sejumlah rencana untuk membangkitkan kembali BlackBerry dari keterpurukan. Salah satunya dengan mengempur pasar negara berkembang dengan smartphone murah.

Salah satu ponsel murah yang akan jadi jagoan BlackBerry nantinya tentu saja BlackBerry Jakarta. Chen mengungkapkan, ponsel yang mengusung layar sentuh ini akan dibanderol di bawah harga Rp 2 jutaan.

"Semua ponsel BlackBerry kami yang diproduksi oleh Foxconn akan dibanderol di bawah USD 200," demikian ungkap pria berkacamata keturunan Hong Kong yang kerap tampil rapi ini.

Chen sayangnya belum mau membuka lebih jauh perihal spesifikasi maupun strategi untuk smartphone BlackBerry 10 low cost ini. Namun yang pasti, tak hanya BlackBerry Jakarta yang akan jadi andalannya di pasar emerging market.

Dalam kesempatan ini, John Chen juga berbicara banyak perihal strategi BlackBerry dalam persaingan pasar melawan hegemoni Samsung dan Apple di pasar retail. Pun ia bercerita tentang upayanya mempertahankan pasar enterprise yang juga mulai diganggu oleh Samsung.

Seperti apa strategi perang yang akan disiapkan BlackBerry untuk menata kembali bisnisnya di masa depan? Nantikan saja artikel berikutnya....
Selasa, 31 Desember 2013
Z50, Q30, Z5 Rilis di 2014, yang Mana BlackBerry Jakarta?

Z50, Q30, Z5 Rilis di 2014, yang Mana BlackBerry Jakarta?

BlackBerry kabarnya akan merilis tiga smartphone terbaru keluarga BlackBerry 10 di 2014 nanti. Dari seri yang disebut-sebut sebagai Z50, Q30, dan Z5 ini, mana kiranya yang pakai kode sandi BlackBerry Jakarta?

Dari ketiga smartphone itu, kabarnya dua akan masuk golongan premium dan satunya lagi masuk kategori menengah. Demikian seperti dikutip dari Crackberry, Selasa (31/12/2013).

Bisa ditebak, yang masuk katagori premium tentu BlackBerry Z50 dan Q30. Untuk Z50, handset ini kabarnya akan jadi penerus Z30 yang baru hadir belum lama ini.

Dari info yang dilansir, layar Z50 akan lebih besar dibanding Z30 dengan ukuran 5,2 inch dan resolusi 1080 x 1920. Ponsel flagship layar sentuh ini akan menggunakan prosesor quadcore.

Sementara Q30 rencananya akan jadi penerus Q10, ponsel BlackBerry 10 versi hybrid Qwerty dengan keypad generasi Bold. Kabarnya, Q30 akan mengusung layar sentuh 4 inch, prosesor 2,3 GHz, dan RAM 3GB.

Dan seri ketiga yang akan dirilis kabarnya adalah seri Z5. Dari bocoran nama dan gambarnya yang hampir mirip dengan seri Curve, hampir dipastikan ini ada versi Z10 yang lebih murah. Mirip seperti Q5 dengan Q10.

Sebelum kabar tentang tiga seri BlackBerry 10 ini beredar, BlackBerry sebelumnya juga dilaporkan tengah menyiapkan tiga smartphone dengan kode sandi Ontario, Windermere, dan Jakarta. Bisa jadi, ketiganya memang Z50, Q30, dan Z5. Jadi, seri mana yang jadi BlackBerry Jakarta?

Baca Juga :
Minggu, 22 Desember 2013
BlackBerry Segera Diproduksi di Indonesia

BlackBerry Segera Diproduksi di Indonesia


BlackBerry telah menandatangani kesepakatan dengan Foxconn, salah satu isinya adalah soal basis produksi ponsel BlackBerry yang akan dibuat di Indonesia dan Meksiko.

"Kemitraan ini menunjukkan komitmen jangka panjang BlackBerry terhadap pasar perangkat dan tekad kami untuk terus menjadi pemimpin dalam inovasi dan solusi mobile end-to-end yang aman," kata John Chen, Executive Chair and CEO of BlackBerry.

Di bawah kemitraan ini, Foxconn akan memproduksi produk-produk BlackBerry melalui fasilitas yang ada di Indonesia dan Meksiko. BlackBerry akan memiliki seluruh hak kekayaan intelektual serta jaminan kualitas produk perangkat, sama halnya dengan para produsen pihak ketiga saat ini.


Foxconn sebagai salah satu produsen elektronik terbesar pun menyambut gembira soal keputusan BlackBerry. Terlebih lagi BlackBerry masih dianggap sebagai salah satu smartphone yang cukup populer di dunia.

"Kami senang dapat bekerjasama dengan BlackBerry yang posisi ke depannya masih akan terus tumbuh dan Foxconn sangat optimis terhadap kesuksesan kemitraan strategis ini," sambut Terry Gou, Founder and Chairman, Foxconn dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2013).

Rencananya ponsel BlackBerry made in Indonesia akan mulai dipasarkan awal tahun 2014 mendatang.

Baca Juga :
Jumat, 20 Desember 2013
BlackBerry Rugi 4,4 Miliar Dolar dalam Tiga Bulan Terakhir

BlackBerry Rugi 4,4 Miliar Dolar dalam Tiga Bulan Terakhir


BB Z30
Perjuangan BlackBerry untuk bertahan di pasar mobile menemui tantangan besar, terlihat dari kinerja perusahaan yang masih terus merosot. Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang diungkap hari Jumat lalu, BlackBerry mengalami kerugian sebesar 4,4 miliar dolar (sekitar 52 triliun rupiah) dalam periode tiga bulan yang berakhir tanggal 30 November lalu.

Pendapatan perusahaan dari Kanada tersebut dilaporkan juga menurun lebih tajam daripada yang diperkirakan. Pendapatan perusahaan pada periode tiga bulan tersebut dilaporkan sekitar 1,2 miliar dolar, turun 24% dari triwulan sebelumnya atau turun 56% dari periode yang sama setahun yang lalu. Angka itu di bawah angka prediksi analis yang dikumpulkan Bloomberg yang memperkirakan pendapatan sekitar 1,6 miliar dolar.

Kerugian sebanyak 4,6 miliar dolar tersebut kebanyakan berupa aset non-kas, penghapusan aset, inventaris, komitmen suplai, serta dari program restrukturisasi yang sudah diumumkan sebelumnya. Penjualan smartphone BlackBerry 10 dilaporkan juga belum membaik dengan total hanya seperempat dari 4,3 juta perangkat BlackBerry yang terjual di triwulan tersebut.

Meski mencatat kerugian sangat besar namun ada beberapa harapan yang masih tersisa. Perusahaan tersebut melaporkan masih memiliki uang kas sebesar 3,2 miliar dolar serta tambahan 1 miliar dolar dari upaya rekapitalisasi yang dilakukan bulan lalu. Dengan demikian Blackberry hanya rugi sekitar 400 juta dolar di triwulan lalu. Satu lagi informasi menggembirakan adalah tambahan 40 juta pengguna baru BlackBerry Messenger. Perusahaan juga menjanjikan akan mengungkap teknologi baru dari divisi software QNX saat acara CES 2014 mendatang.

BlackBerry dikabarkan juga sedang berupaya untuk membuat smartphone murah bekerjasama dengan Foxconn. Smartphone murah ini salah satunya ditujukan untuk Indonesia dan akan hadir pada awal tahun 2014 mendatang. Selain itu diketahui juga bahwa Foxconn akan membangun pabrik di Indonesia dan Meksiko, sebagaimana pernah muncul rumornya beberapa bulan lalu.
Rabu, 20 November 2013
BlackBerry: Z30 Kalahkan Galaxy S4

BlackBerry: Z30 Kalahkan Galaxy S4

Galaxy S4
BB Z30
Z30 jadi terobosan baru BlackBerry supaya bisa bertahan di pasar smartphone kelas atas. Sejumlah fitur yang belum ada sebelumnya, coba dijejalkan jadi satu di handset premium layar lebar ini. Bahkan, ada fitur yang diklaim jauh lebih baik dibandingkan para kompetitornya.

Menurut Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiono Handoyo, BlackBerry Z30 yang baru saja diluncurkan secara resmi di Indonesia, punya enam keunggulan fitur baru. Keunggulan yang dimaksud adalah OS 10.2, virtual keyboard, baterai, natural sound, priority hub, dan fitur BBM now.

"Sistem operasi 10.2 ini luar biasa untuk yang butuh produktivitas tinggi. Di Z30 ini kami juga punya virtual keyboard. Kalau ditanya yang paling bagus di BlackBerry dibanding kompetitor, ya keyboard. Baik hard keyboard maupun virtual keyboard. Istilah keren untuk smart keyboard virtual ini flicking, mengetik cepat hanya dengan menggeser ke atas," katanya.

Selain keyboard, fitur lain yang coba dibanggakan vendor asal Kanada ini adalah daya tahan baterai. "Ini yang sering dikomplain. Padahal bukan BlackBerry saja. Semua handset sama baterainya," ucap Maspiono.

"Baterai BlackBerry cepat habis karena aktivitasnya banyak. Temen di Android juga mulai merasakan sejak BBM hadir di situ. Di Z30 ini baterainya 25 jam. Siapa yang kerja 25 jam?" paparnya lebih lanjut.

Senior Product Manager BlackBerry South East Asia, Ardo Fadhola, menambahkan, baterai BlackBerry Z30 ini bisa lebih besar kapasitasnya karena memang didesain khusus untuk penggunaan maksimal di layar lebar.

"Ada permintaan sendiri segmen layar 5 inch. Itu sebabnya kami akhirnya terjun ke sini. Tapi semua fitur bagus di smartphone premium kurang terasa kalau baterainya cepat habis. Di Z30 ini beda, baterainya jauh lebih tahan lama, bisa up to 25 hours, 15 jam lebih lama dari Z10, kapasitasnya juga 50% bigger than competitor seperti (Samsung Galaxy) S4," katanya

Fitur lain yang juga dijagokan BlackBerry di Z30 adalah natural sound. Fitur ini membuat kualitas suara jadi lebih jernih dan alami. "Kami berani klaim kalau pas video call, suara lawan bicara seperti di samping kita. Receiver antena di Z30 luar biasa dan speakernya bagus," kata Maspiono.

Ardo menjelaskan, kualitas suara jadi makin bagus untuk panggilan suara sejak BlackBerry mengakuisisi Paratek Microwave, perusahaan spesialis tuning radio frekuensi penguat sinyal. "Jadi lebih adaptable, kalau sinyal yang diterima di Z30 jelek, bisa tuning sendiri disesuaikan jadi lebih kuat. Peak data rate juga jadi lebih baik."

Fitur kelima yang jadi andalan BlackBerry di OS terbaru ini adalah priority hub. Di dalam fitur ini, orang-orang terpenting akan mendapat prioritas utama dalam penerimaan pesan.

"Hub ini bisa tahu dari kebiasaan kita, mana yang lebih prioritas. Dari kebiasaan kita apa duluan, baca BBM atau email, keluarga atau rekan bisnis kerja, bisa juga di-setting manual," jelas Maspiono.

Fitur terakhir yang diandalkan adalah BBM now. "Di fitur ini, BBM meskipun sudah bersedekah ke iOS dan Android, tapi BBM di BlackBerry tetap yang paling bagus. Contohnya kalau lagi browsing atau apapun, BBM masuk akan langsung nongol. Kita tidak perlu tutup apps lain yang kita buka, tapi tetap bisa langsung balas BBM saat itu juga," tandasnya.

BlackBerry Z30 sendiri baru akan dipasarkan secara retail di Indonesia mulai 23 November 2013 mendatang. Namun bagi yang telah membeli lewat pre-order melalui tiga operator, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, sejak dua minggu yang lalu, ponsel ini telah bisa diterima lebih dulu.

BlackBerry Z30 sendiri mengandalkan prosesor dual-core Qualcomm MSM8960T Pro Snapdragon 1,7 GHz, unit prosesor grafis Adreno 320, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, serta mendukung jaringan 2G, 3G, hingga 4G LTE

Ponsel ini juga menggunakan perangkat antena dengan teknologi terkini yang membuat transfer data lebih cepat dan mengurangi tingkat terputusnya sambungan. Baterainya ditopang dengan kapasitas sebesar 2880 mAh.

Layar 5 inch yang diusung beresolusi 1.280 x 720 piksel dengan kerapatan 294 piksel per inci (ppi). Kamera belakang mengusung sensor 8MP dengan lampu kilat LED serta kamera depan 2MP.

Baca Juga :
Gagal Dijual, Bagaimana Nasib BlackBerry di Indonesia?

Gagal Dijual, Bagaimana Nasib BlackBerry di Indonesia?

BlackBerry tengah dalam masa-masa sulit. Setelah rugi USD 1 miliar, ribuan karyawannya dipecat. Perusahaan mau dijual tapi batal. CEO pun diganti. Lantas bagaimana nasib BlackBerry di Indonesia, bakal ikut kena imbasnya?

Ketika hal ini ditanyakan kepada Maspiono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia, yang bersangkutan masih coba tersenyum dan menjelaskan. Ia menegaskan, bahwa apapun yang terjadi di pusat, mudah-mudahan tak berimbas negatif dengan pelayanan di Indonesia.

"Kami masih commit dan tetap nggak ke mana-mana. We stay here. Ada kepastian BlackBerry akan tetep seperti yang sekarang. Karyawan di Indonesia masih committed dan highly motivated karena Indonesia top priority di market," ujarnya saat ditemui usai peluncuran BlackBerry Z30 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.

"Kita justru upgrade BlackBerry expert center, ada 36 lokasi yang bisa langsung service di tempat tanpa perlu ke tempat lain. Bisa menghemat turn around time. Lokasinya di tempat-tempat strategis. Tak hanya problem saja, tapi juga bisa tanya-tanya maupun upgrade software," kata Maspiono lebih lanjut.

Dijelaskan lebih jauh, BlackBerry akan tetap commit untuk mengeksekusi strategi yang telah dicanangkan jauh-jauh hari. Menurutnya, ada empat strategi yang disiapkan untuk Indonesia.

Pertama, BlackBerry masih ingin meningkatkan bisnis ponselnya, baik itu BlackBerry 10 maupun BlackBerry seri sebelumnya yang masih menggunakan OS versi 7.0. "Kedua, bersama partner operator seluler kami juga mendorong BlackBerry Enterprise Services 10. Kasus penyadapan? Ya, BES 10 solusinya," kata dia.

Ketiga, BlackBerry akan terus mengembangkan BBM lintas platform yang telah berjalan di iOS dan Android. "BBM kita dibuka open platform, very successful. Dan keempat, kami tetap akan bekerjasama dengan teman developer untuk kembangkan aplikasi lokal," jelasnya

Baca Juga :
Senin, 18 November 2013
Pangsa Pasar BlackBerry Tak Sampai 2 Persen

Pangsa Pasar BlackBerry Tak Sampai 2 Persen


Jumlah perangkat BlackBerry baru yang beredar secara global pada kuartal III tahun fiskal 2013 terus mengalami penurunan. Sementara itu, saingan terdekat BlackBerry, Windows Phone, terlihat semakin stabil, bahkan cenderung meningkat.

Menurut lembaga riset IDC, BlackBerry hanya mengapalkan 4,5 juta produk mereka ke seluruh dunia, turun dari 7,7 juta unit atau sekitar 41,6 persen pada kuartal yang sama tahun lalu.

Dengan jumlah pengiriman barang tersebut, BlackBerry hanya mampu mencapai pangsa pasar global sebesar 1,7 persen saja, turun dari 4,1 persen pada tahun lalu.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, Rabu (13/11/2013), IDC tidak memberikan rincian perangkat BlackBerry versi apa saja yang dikirimkan. Namun, IDC menyatakan bahwa permintaan dari produk berbasis BlackBerry 10 tidaklah terlalu tinggi. Sementara itu, produk BlackBerry 7 masih tetap diminati di negara berkembang.

Adapun pesaing terdekat BlackBerry, Windows Phone, telah berhasil melewati perusahaan asal Kanada tersebut. Kini, sistem operasi mobile besutan Microsoft tersebut telah berhasil menggapai 3,6 persen pangsa pasar global, meningkat dari dua persen pada tahun lalu.

Jumlah pengiriman produk berbasis Windows Phone mencapai 9,5 juta unit, meningkat 3,7 juta unit pada kuartal III tahun 2012.

BlackBerry belum mati

Meski terus mengalami penurunan, BlackBerry tampak belum mau menyerah bermain di bisnis ponsel. Hal tersebut dibuktikan dari pernyataan CEO baru BlackBerry, John Chen, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Chen mengatakan ia tak berniat membunuh bisnis pembuat ponsel BlackBerry yang belakangan ini terus merugi.

"Saya tahu kami memiliki materi yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan untuk jangka panjang," kata Chen dalam sebuah wawancara dengan Reuters. "Saya telah melakukan langkah ini sebelumnya dan belajar dari hal yang sama sebelumnya."

Pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial Holdings, pun telah menyuntikkan dana sebesar 1 miliar dollar AS untuk membantu BlackBerry keluar dari masa sulit.

CEO dari perusahaan tersebut, Prem Watsa, sudah menyatakan kepercayaannya bahwa BlackBerry sudah bisa kembali ke jalur yang benar dalam satu hingga satu setengah tahun ke depan.

Baca Juga :
Minggu, 17 November 2013
Inikah Akhir Perjalanan BlackBerry di Pentagon?

Inikah Akhir Perjalanan BlackBerry di Pentagon?

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai bersiap untuk meninggalkan era BlackBerry di Pentagon. Seiring geliat perusahaan tersebut yang semakin menunjukkan ketidakpastian.

Seperti ditulis Defenseone.com, Dephan AS saat ini sedang membangun toko aplikasi khusus internal departemen dan sistem pengamanan perangkat mobile. Perangkat mobile yang akan diamankan termasuk iPhone, iPad, dan tablet, serta ponsel pintar Samsung.

Hal ini diyakini sebagai indikasi persiapan Dephan AS untuk tidak lagi secara eksklusif menggunakan BlackBerry. Saat ini mereka memiliki 470.000 perangkat BlackBerry.

Selama ini, Pentagon hanya menetapkan BlackBerry 10 dan tablet Playbook dengan status Authority to Operate (ATO). Sedangkan Android, Apple, dan perangkat lainnya tidak. Hanya perangkat dengan status ATO yang bisa terhubung dengan jaringan pertahanan AS.

BlackBerry memang masih mengalami gonjang-ganjing. Terbaru, BlackBerry memecat CEO Thorsten Heins dan membatalkan rencana penjualan perusahaan.

Sebelumnya market share BlackBerry terus merosot tajam. Pengguna mulai beralih ke perangkat dengan sistem operasi milik Apple dan Google.

Padahal Oktober lalu, ketika BlackBerry mengumumkan rencana membatasi penjualan komersial, Pentagon mengatakan hal itu tidak akan memengaruhi kerja sama mereka. Agaknya, kondisi sudah berubah.

Baca Juga :
Rabu, 13 November 2013
Harga BlackBerry Z10 Dipangkas Habis-habisan

Harga BlackBerry Z10 Dipangkas Habis-habisan

Blackberry Z10
Potongan harga kembali dilakukan BlackBerry terhadap Z10. Di Inggris, handset pertama yang mengusung OS BlackBerry 10 itu dipangkas habis-habisan.

Seperti dilansir GSM Arena, Rabu (13/11/2013), Carphone Warehouse kini menawarkan BlackBerry dengan banderol 179 poundsterling (USD 286). Jika dirupiahkan maka Z10 dilabeli seharga Rp 3,2 juta (USD 1 = Rp 11.400).

Harga ini tentu terjun bebas. Dimana di Inggris, Z10 sebelumnya sempat dibanderol 470 poundsterling (USD 763) di awal kehadirannya. Kemudian sempat turun di angka 259 poundsterling (USD 286), dan kini dipangkas lagi.

Z10 awalnya memang sempat digadang-gadang dapat menjadi juru selamat BlackBerry. Namun apa daya, reaksi pasar berkata lain. Tak sampai setahun setelah kehadirannya, harga ponsel layar sentuh dengan lebar layar 4,2 inch ini sudah dibabat beberapa kali untuk memancing minat pembeli.

Di Indonesia sejatinya harganya tak jauh berbeda. Dari pantauan detikINET, Z10 saat ini dijual di rentang harga Rp 4 jutaan.

Sebelumnya, BlackBerry melakukan pemangkasan harga Z10 ini juga baru dilakukan di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, BlackBerry Z10 kini bisa didapatkan hanya seharga USD 99 atau sekitar sejutaan rupiah melalui operator AT&T dan Verizon.

Padahal sebelumnya, Z10 dijual seharga USD 199. Perlu dicatat bahwa harga tersebut memang kelihatannya murah, namun pemakai harus berlangganan kontrak layanan selular dengan operator bersangkutan selama dua tahun.

Dengan demikian, harga BlackBerry Z10 di AS terpangkas sampai USD 100. Bahkan di retail seperti Amazon dan Best Buy, Z10 sudah mencapai titik harga USD 49 saja.

Baca Juga :
Senin, 11 November 2013
BBM Lintas Platform Belum Bisa Kalahkan WhatsApp

BBM Lintas Platform Belum Bisa Kalahkan WhatsApp

Aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) lintas platform mulai mampu mengalahkan para pesaingnya. Hal tersebut dibuktikan dari tingginya durasi pemakaian aplikasi BBM dibandingkan dengan aplikasi mobile messenger yang sudah hadir duluan di platform Android.

Berdasarkan hasil survei dari Mobidia, seperti dikutip dari BGR, Senin (11/11/2013), penggunaan BBM rata-rata menyentuh angka 40 menit setiap harinya di Amerika Serikat.

Durasi tersebut mampu jauh mengungguli aplikasi messenger populer lainnya, Tango, yang mencapai 24 menit per harinya.

Sekadar catatan, pengguna Tango sendiri sebenarnya telah menyentuh angka yang cukup tinggi. Menurut catatan situs BGR, Tango telah mendapatkan 130 juta pengguna tahun lalu dan telah memiliki platform game sendiri, mirip dengan aplikasi Line.

Waktu penggunaan aplikasi BBM tersebut sebenarnya masih sedikit kalah jika dibandingkan dengan Viber. Masih menurut Mobidia, pengguna Viber di Amerika Serikat rata-rata memakai aplikasi ini selama 44 menit setiap harinya.

Bagaimana dengan wilayah Eropa? Penggunaan BBM di Eropa juga cukup tinggi. BBM berhasil mengalahkan aplikasi mobile messenger buatan Jepang, Line. Apabila durasi penggunaan BBM mencapai 59 menit, maka waktu harian pengguna Line hanya menyita 38 menit.

Namun, BBM masih belum mampu mengalahkan aplikasi messenger raksasa, WhatsApp. Pengguna aplikasi ini menghabiskan 160 menit atau sekitar 2 jam 40 menit dalam satu hari untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Sayangnya, survei tersebut tidak mencakup wilayah Asia.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Lebih gemar menggunakan aplikasi messenger yang mana?

Baca Juga :
Minggu, 10 November 2013
no image

Resmi Meluncur di Indonesia, BlackBerry Z30 Dibanderol Rp 8 Juta

Memboyong spesifikasi tertinggi di antara perangkat BlackBerry 10 lain serta layar yang lapang, BlackBerry Z30 akhirnya resmi dirilis di Indonesia.

Piranti ini dijadwalkan tersedia di Tanah Air pada tanggal 23 November 2013 mendatang. Hadir dengan balutan warna hitam, pihak produsen membanderolnya dengan harga eceran Rp. 7.999.000. Kran pre-order dari operator resmi sendiri dibuka dua minggu sebelum kehadirannya di pasar.

“Distributor resmi kami untuk BlackBerry Indonesia akan mendukung tersedianya smartphone. Kolaborasi antara BlackBerry dan mitra kami akan memberikan pengalaman komunikasi yang lebih baik untuk pelanggan kami," tukas Maspiyono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Sabtu (9/11/2013).

Paling besar, paling cepat dan paling canggih, demikian klaim yang dilontarkan BlackBery untuk jagoannya tersebut. Ponsel ini berjalan di atas sistem operasi BlackBerry OS 10,2 dan mengusung teknologi layar sentuh.

Adapun dengan sistem operasi terbaru tersebut, pengguna akan merasakan fitur utama seperti BlackBerry Priority Hub, BBM Now dalam semua aplikasi dan Message Preview di manapun.

Spesifikasi lain smartphone dengan material premium ini adalah prosesor Snapdragon S4 Pro dengan kecepatan clock 1,7 GHz, layar 5 inci Super AMOLED, RAM sebesar 2 GB dan dukungan teknologi seluler 4G LTE.

Baterainya juga tahan lama dimana memiliki kapasitas terbesar dibandingkan handset BlackBerry yang selama ini beredar, yakni 2.880 mAh. BlackBerry menjanjikan, baterai Z30 dapat bertahan sampai 25 jam dalam pemakaian normal.

Ingin mengintip kemampuan BlackBerry Z30?

Baca Juga :
Kamis, 07 November 2013
BlackBerry: BBM di iPhone dan Android Tak Istimewa

BlackBerry: BBM di iPhone dan Android Tak Istimewa

Dunia maya - BlackBerry Messenger (BBM) memang telah hadir lintas platform. Namun tak semua fitur istimewa BBM yang ada di handset BlackBerry 10, akan ditawarkan sepenuhnya pada aplikasi untuk perangkat Android dan iOS.

Menurut penuturan vendor asal Kanada tersebut saat berkunjung ke markas detikINET, sejauh ini BBM lintas platform memang hanya menawarkan fitur dasar, yakni sekedar berkirim pesan.

Sementara jika dibandingkan dengan yang ditawarkan pada BBM di perangkat BlackBerry 10, versi yang menghiasi Android dan iOS memang memiliki fitur yang jauh tertinggal.

Misalnya saja, fitur BBM voice dan BBM video yang saat ini hanya dapat dilakukan melalui akses BBM pada perangkat BlackBerry 10. Ditambah lagi kelebihan lainnya yang hanya dapat ditawarkan oleh BBM pada BlackBerry 10, semisal integrasi dengan BlackBerry Hub yang memudahkan penggunanya saat ada notifikasi yang masuk, serta kelebihan-kelebihan lainnya.

"BBM memang telah dapat digunakan pada platform lain (Android dan iOS), namun fitur-fitur istimewa BBM sepenuhnya hanya dapat dirasakan pada aplikasi BBM pada BlackBerry 10, karena tidak seperti BBM lintas platform yang hanya berupa aplikasi, BBM pada BlackBerry 10 merupakan bagian dari sistem operasi tersebut,” ucap Ardo Fadhola, Senior Country Product Manager BlackBerry Indonesia.

Meski tidak seluruh fitur istimewa BBM tersedia bagi pengguna Android dan iOS, nyatanya hanya seminggu setelah peluncurannya aplikasi pesan instan tersebut telah memikat lebih dari 20 juta pengguna.

Baca Juga :
Rabu, 06 November 2013
CEO Baru Tak Mau Bunuh Ponsel BlackBerry

CEO Baru Tak Mau Bunuh Ponsel BlackBerry

Seorang bernama John Chen diberi kerpercayaan untuk menjadi CEO sementara BlackBerry. Chen mengatakan ia tak berniat membunuh bisnis pembuat ponsel BlackBerry yang belakangan ini terus merugi.

"Saya tahu kami memiliki materi yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan untuk jangka panjang," kata Chen dalam sebuah wawancara dengan Reuters. "Saya telah melakukan langkah ini sebelumnya dan belajar dari hal yang sama sebelumnya."

BlackBerry tidak mengungkapkan berapa lama Chen akan bekerja untuk BlackBerry. Namun, pria asal Hongkong yang bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1973 ini punya kisah sukses membangun kembali perusahaan perangkat lunak database komputer bernama Sybase.

Sebelumnya, Sybase berada dalam krisis. Mereka membukukan kerugian usaha sebesar 98 juta dollar AS.

Setelah Chen masuk sebagai CEO Sybase pada November 1998, ia berusaha meningkatkan neraca dan laba. Di bawah kepemimpinan Chen, Sybase membuat produk baru berupa perangkat lunak analisis dan mobilitas yang menargetkan pasar negara berkembang.

Sybase mencapai kinerja keuangan yang kuat sampai akhirnya pada 2010 dijual ke perusahaan perangkat lunak SAP asal Jerman sebesar 5,8 miliar dollar AS.

Di BlackBerry, pria berusia 58 tahun ini berjanji untuk membangun kembali bisnis BlackBerry. Ia menolak memberi detail strategi yang akan dilakukan.

Bisnis ponsel, yang selama ini menjadi bisnis utama BlackBerry, terus mengalami penurunan dari sisi penjualan karena banyak pengguna yang beralih ke Apple iPhone dan Google Android.

Dalam waktu dekat, Chen berencana menggelar pertemuan dengan pelanggan BlackBerry dari kalangan pemerintah, perbankan, dan telekomunikasi di Amerika Utara dan Eropa. Chen ingin menjalin hubungan dengan mitra bisnisnya.

Di BlackBerry, Chen menggantikan posisi Thorsten Heins yang menjabat sebagai CEO pada Januari 2012. Saat ini, Chen masih bekerja sebagai penasihat senior di perusahaan ekuitas swasta Silver Lake.

Salah satu mantan karyawan Sybase yang enggan disebut namanya berkisah tentang Chen. Suatu hari, ada seorang manajer menyarankan agar Sybase mengubah nama produk untuk mengubah citra dan berharap bisa meningkatkan penjualan yang loyo. Chen menolak saran ini dan bertanya, "Apakah masuk akal untuk mengubah nama anak-anak Anda jika mereka mendapat nilai buruk di sekolah?"

Baca Juga :
Ini Smartphone dengan Baterai Paling Irit

Ini Smartphone dengan Baterai Paling Irit



Keawetan baterai menjadi nilai tambah sebuah ponsel pintar, tidak sekadar canggih saja. Kira-kira, smartphone mana yang baterainya paling awet?

Majalah konsumen Which? di Inggris menguji coba beberapa smartphone papan atas untuk diketahui daya tahan baterainya. Pengujian diakukan di tempat yang sama dengan jaringan selular yang sama agar hasilnya lumayan akurat.

Dalam salah satu pengujian, Which? melakukan panggilan secara terus menerus. Hasilnya, Galaxy S4 menempati posisi satu dengan daya tahan call time 1.051 menit atau 17 jam 31 menit.

Berada di tempat kedua adalah HTC One dengan 771 menit kemudian Galaxy S4 Mini dengan ketahanan 746 menit. Sedangkan iPhone 5S di tempat kelima dengan 651 menit.

Adapun dalam pemakaian internet secara normal, kembali Galaxy S4 berkuasa dengan ketahanan 405 menit. Diikuti oleh Galaxy S4 Mini dan HTC One Mini.
Tugas Berat Menanti Bos Baru BlackBerry

Tugas Berat Menanti Bos Baru BlackBerry

CEO BB
John Chen yang ditunjuk menggantikan Thorsten Heins sebagai CEO interim BlackBerry punya tugas yang amat berat. Setidaknya, ada lima tantangan besar yang harus dia lewati kalau mau dibilang sukses mengangkat BlackBerry dari keterpurukan.

BlackBerry yang pernah berjaya memang tengah menghadapi guncangan berat. Persaingan ketat dengan vendor lain membuat pangsa pasar smartphone asal Kanada ini perlahan-lahan tergerus.

Chen sejatinya punya modal bagus meski tak punya pengalaman dalam bisnis handset mobile. Pria energik ini tercatat pernah duduk sebagai Chairman dan CEO Sybase, pembuat software database komputer. Hebatnya, Chen juga sukses mengangkat Sybase dari keterpurukan.

Perjalanan Chen memang baru dimulai, tapi dia punya sejumlah pekerjaan rumah untuk membuat BlackBerry kembali disegani. Berikut tantangan yang harus diselesaikan oleh Chen, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (7/11/2013).

1. Inovasi
Inovasi atau mati. Demikian ungkapan yang harus ditancapkan oleh Chen agar BlackBerry bisa kembali sukses. BlackBerry sudah berusaha melakukannya saat meluncurkan OS BlackBerry 10.

Pandangan konsumen memang sudah berubah, hardware yang tangguh atau OS yang bagus saja tidak lagi cukup.

Pada awal kemunculannya, toko aplikasi BlackBerry World diklaim punya puluhan ribu aplikasi. Sayangnya, beberapa aplikasi kunci yang diminati tidak kunjung datang.

Sebut saja Instagram, Path dan sebagainya. Banyak juga aplikasi di BlackBerry World yang adalah hasil portingan dari Android sehingga disinyalir kurang sempurna.

Kurangnya aplikasi yang menarik membuat pesona BlackBerry Z10 atau Q10 dinilai jauh berkurang di mata konsumen.

2. Android dan iPhone

Android dan iPhone adalah momok terbesar saat ini untuk bersaing di kancah smartphone. Apple dan Samsung mempunyai penggemar fanatik saat ini.

Selain kedua raksasa tersebut, persaingan dari perusahaan asal China yang serius bertarung, seperti Huawei dan ZTE.

Nokia pun, sebagai mantan penguasa, tidak bisa diremehkan, terlebih mereka didukung Microsoft. Terbukti kemudian, pangsa pasar Windows Phone lebih tinggi dari BlackBerry saat ini.

3. Emerging Market

BlackBerry sudah mulai bergeliat ke pasar negara berkembang. Beberapa ponsel pun dijual dengan harga terjangkau. Sayangnya, itu belum cukup untuk membuka keuntungan di pasar ini.

Chen harus memutar otak agar bisa mendapatkan pasar di negara berkembang. Apalagi soal harga, mengingat saat ini banyak handset dijual dengan banderol terjangkau.

Berat bagi BlackBerry untuk bermain di kisaran harga Rp 7 jutaan, pesaing berat sudah lebih dulu eksis, terutama deretan Android high end dan tentu saja, iPhone. Apalagi mereka sudah dilengkapi spesifikasi tinggi serta fitur menggoda.

4. Mengembalikan Kejayaan Ponsel Bisnis

Dahulu, BlackBerry dikenal sebagai ponsel untuk para pebisnis. Bahkan Presiden Amerika Serikat tak pernah meninggalkan BlackBerry miliknya. Ini tantangan lain buat Chen.

Chen perlu mengadakan pertemuan dengan pemerintah, pihak investor dan para operator yang menjadi mitra layanannya di tiap negara. Tujuannya untuk menjalin kembali kemitraan bisnis agar lebih harmonis.

Ponsel untuk pebisnis memang tak semanis pasar consumer market saat ini. Tapi BlackBerry harus mengembalikan trahnya sebagai ponsel untuk pebisnis.

5. Memaksimalkan Senjata Pamungkas

Meski layanan BlackBerry Messenger (BBM) masih kuat memberi daya tarik, himpitan yang dilakukan oleh smarthone Android dan iOS nyatanya membuat petinggi BlackBerry tidak bisa tidur tenang.

Cara melepas BlackBerry ke iPhone dan Android pun masih menimbulkan pro dan kontra. Karena mau dibawa mana arah bisnis tersebut.

Sejumlah analis menyebutkan hal itu sebagai upaya bisnis alternatif BlackBerry mengantisipasi kejatuhan yang tengah dialaminya.

Ke depannya dikatakan, BlackBerry akan memonetisasi aplikasi tersebut lewat berbagai layanan eksklusif yang bakal ditawarkannya semisal BlackBerry Channel.

Bahkan tersebar rumor, BlackBerry berniat menjadikan layanan pesan instan BBM sebagai perusahaan mandiri terpisah dari BlackBerry saat ini. Upaya 'pelarian' BlackBerry ini pun sejalan dengan rencananya yang mulai melirik pembeli yang berminat mengakuisisinya.


Minggu, 03 November 2013
BlackBerry Ditawar Sang Pendiri dan Qualcomm

BlackBerry Ditawar Sang Pendiri dan Qualcomm

Dua pendiri BlackBerry, yakni Mike Lazaridis dan Douglass Fregin, makin serius untuk membeli perusahaan BlackBerry. Keduanya mengajak perusahaan lain untuk bersama menawar BlackBerry.

Sumber terpercaya mengatakan kepada Reuters, bahwa perusahaan ekuitas swasta Cerberus Capital Management akan bergabung bersama Lazaridis dan Fregin. Bukan hanya itu, perusahaan teknologi Qualcomm juga bakal bergabung dengan kelompok ini.

Namun, sejauh ini kelompok tersebut belum mengumumkan secara resmi penawaran terhadap BlackBerry. Semua pihak yang terkait dalam penawaran ini enggan mengomentari kabar tersebut.

Jika kelompok ini serius menawar BlackBerry, mereka harus mengumumkannya dengan cepat. Karena, BlackBerry terikat perjanjian tentatif untuk diakuisisi oleh sebuah konsorsium yang dipimpin Fairfax Financial Holdings yang tenggat waktunya jatuh pada 4 November 2013. Sebelum tanggal tersebut, BlackBerry diberi kesempatan bernegosiasi dengan pihak lain.

Tawaran dari konsorsium yang dipimpin Fairfax

Fairfax saat ini memiliki 10 persen total saham BlackBerry, yang berarti pemegang saham terbesar di BlackBerry. Perusahaan finansial asal Kanada ini didirikan dan dipimpin oleh Prem Watsa.


Konsorsium ini akan membeli seluruh perusahaan BlackBerry senilai 4,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54 triliun. Para pemegang saham ditawarkan 9 dollar AS secara tunai untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.

Jika BlackBerry dan pemegang saham lainnya menyetujui tawaran dari konsorsium yang dipimpin Fairfax, maka BlackBerry akan menjadi perusahaan privat, di mana mereka tidak akan terdaftar di lantai bursa.

BlackBerry memiliki aset berharga berupa paten teknologi dan aplikasi yang diincar perusahaan teknologi. Yang kini paling diincar adalah layanan komunikasi yang terkenal aman bagi segmen korporat, BlackBerry Enterprise Service.

Baca Juga :
Sabtu, 02 November 2013
BlackBerry Melempem, Android Melesat

BlackBerry Melempem, Android Melesat

Samsung Android
Sistem operasi Android makin jauh meninggalkan lawan-lawannya.. Penelitian dari biro riset Strategy Analytics menyebutkan bahwa dari 251 juta smartphone yang dikapalkan di seluruh dunia pada kuartal III 2013, 81% di antaranya memakai Android.

Berada di posisi kedua adalah iOS yang dipakai Apple iPhone, yang mencakup 13,4% dari seluruh smartphone yang dikapalkan. Diikuti Windows Phone dengan 4,1%.

Adapun BlackBerry mulai tenggelam. Menurut Strategy Analytics, hanya 1% saja smartphone yang dikapalkan pada kuartal lalu memakai OS BlackBerry. Periode yang sama tahun sebelumnya, market share mereka masih 4%.

"Dominasi Android mencapai titik tertinggi di kuartal III 2013, dengan empat dari lima ponsel memakai Android. Adapun BlackBerry menurun menjadi hanya 1% karena lemahnya performa perangkat BlackBerry 10," tukas Scott Bicheno, analis di Strategy Analytics.

"Apple juga kehilangan pasar melawan Android karena tidak terdengar gaungnya di pasar smartphone murah," tambah Scott yang dikutip dari Globe & Mail, Sabtu (2/11/2013).

Baca Juga :
Jumat, 01 November 2013
BBM Jadi Aplikasi Bawaan di Mito Android

BBM Jadi Aplikasi Bawaan di Mito Android

Produsen ponsel dan tablet lokal Mito telah menandatangi perjanjian kerjasama dengan BlackBerry untuk mempromosikan aplikasi BlackBerry Messenger (BBM).
Marketing Manager Mito, Wijaya Kusuma mengatakan, BBM akan menjadi aplikasi bawaan di beberapa model ponsel Android dari Mito. Tipe-tipe tersebut akan diumumkan pada Desember mendatang.
Kerjasama ini, menurut Wijaya, akan memudahkan konsumen untuk memakai aplikasi BBM, karena tak perlu lagi mengunduhnya dari toko aplikasi Google Play Store.

"Produk-produk Mito juga sudah terjamin karena diotorisasi langsung oleh BlackBerry," katanya saat berbincang dengan KompasTekno, Kamis (31/10/2013).
Mito juga diizinkan menggunakan logo BBM for All dalam aktivitas pemasarannya. Hal ini tentu menguntungkan bagi BlackBerry untuk menambah jumlah pengguna BBM di Indonesia. 
Sebelumnya, kerjasama serupa telah dilakukan BlackBerry bersama produsen Evercoss, yang dahulu memakai merek Cross. Chief Marketing Evercoss Janto Djojo mengatakan, kerjasama ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mulai menjual produk di pasar luar negeri.

Baca Juga :
Breaking News
Loading...
Kirim Iklan
Press Esc to close
Copyright © 2013 Toko Handphone Ponorogo All Right Reserved