New Design

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label android murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label android murah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014
Advan Vandroid S5H

Advan Vandroid S5H

Advan S5H
Phablet Advan Vandroid S5H merupakan sebuah phablet yang dilengkapi oleh fitur Dual SIM, dimana Anda bisa mensisipi dua buah kartu dalam satu ponsel. Phablet android persembahan dari brand Advan ini menggunakan sistem operasi android versi terbaru yaitu OS Android 4.2.1 Jelly Bean.

Performa Optimal
Sebagai prosesor dalam phablet ini, Advan S5H menggunakan chipset Quad-core dengan clock speed 1.2GHz serta didukung RAM 512 MB plus storage 4 GB serta tambahan slot microSD berkapasitas maksimal 32GB. Jika anda memiliki banyak file foto serta lagu maka Anda bisa menyimpannya dalam jumlah banyak tanpa harus khawatir kekurangan ruang penyimpanan.

Sistem Android Terbaru Jelly Bean 4.1.2
Didukung dengan sistem operasi terbaru Android 4.1.2 Jelly Bean, sistem operasi ini luar biasa cepat dan mulus dan menampilkan grafis lebih baik. Dilengkapi juga dengan Google Now yang memberikan informasi yang tepat, bahkan sebelum Anda tanya.

2 Buah Kamera
Terdapat dua buah kamera di dalam phablet Advan Vandroid S5H,  kamera utama beresolusi 8 MP, sedangkan kamera sekundernya  beresolusi sebesar 2 MP dan terletak pada bagian depan. Dapat dipastikan kualitas foto yang dihasilkan akan tajam dan jernih.

Fitur Lengkap
Advan Vandroid S5H mengadopsi layar sentuh teknologi IPS (In-Plane-Switching) TFT Capacitive touchscreen dengan resolusi 1280x720 pixels, 5 poin multi-touch selain itu untuk dapur pacu menggunakan Prosesor Cortex-A7 Quad-core berkecepatan 1.2GHz yang di kombinasikan RAM 512 MB serta sistem operasi Android 4.2.1 Jelly Bean. Pada phablet ini turut tersedia juga konektivitas WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth, kabel data USB, audio jack 3 kapasitas baterai mencapai Lithium 1700 mAh.

Mau beli? Rp. 1.419.000,- setelah diskon 16%
Kunjungi : Lazada

<a href="http://www.lazada.co.id/jual-handphone-android/#Q1099Ci9l5092z3" rel="nofollow" title="lasada"><b>Lazada.co.id</b></a><br />
Senin, 17 Februari 2014
Tablet Advan Diklaim Kalahkan Samsung

Tablet Advan Diklaim Kalahkan Samsung

Advan Mini8
Meski berstatus sebagai produsen lokal, Advan mengklaim produk tablet besutannya salah satu yang paling digemari oleh konsumen Indonesia. Seri tablet Vandroid pun disebut petinggi Advan telah mengangkangi tablet besutan Samsung soal jumlah penjualan.

Disampaikan oleh Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan, mengutip dari data IDC, volume penjualan tablet Advan disebutkan olehnya telah melampaui volume penjualan tablet besutan Samsung. Namun Tjandra tak menjelaskan pada periode kapan kesuksesan tablet advan tersebut terjadi.

“Soal volume penjualan, berdasarkan data IDC, tablet Advan telah melampaui Samsung. Bukti bahwa Vandroid digemari oleh konsumen Indonesia,” ujarnya di Belleza, palmerah, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Meski mengklaim sukses mengalahkan Samsung di segmen tablet, Advan tak ingin berpuas diri. Produsen yang telah memiliki pabrik perakitan di Semarang ini justru semakin gencar meningkatkan brand awareness produknya.

Tak tanggung-tanggung, angka yang disebut petinggi Advan tersebut sebagai investasi jangka panjang mencapai Rp 25 miliar perbulannya.

Nilai tersebut adalah biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan brand awareness melalui iklan di berbagai media ataupun melakukan sponsorship pada ajang besar semisal Miss Indonesia yang kini tengah berlangsung.

“Kami akan terus melakukan sponsorship di event nasional seperti halnya Miss Indonesia. Sekaligus menegaskan brand Advan sebagai produk nasional,” tambah Tjandra.

Tjandra juga menambahkan, Advan akan segera melakukan pelebaran pabrik perakitan miliknya yang berlokasi di Semarang. Bila selama ini Advan masih mengandalkan proses import, keputusan pelebaran pabrik diyakini akan mampu lebih cepat melayani permintaan pasar Indonesia.

Pabrik perakitan Advan di Semarang saat ini hanya memiliki luas sekitar 3000 hektar. Pabrik ini sendiri belum sepenuhnya melakukan proses produksi melainkan masih dalam status trial. Proses produksi sepenuhnya dikatakan Tjandra baru akan dilakukan setelah rencana pelebaran telah dirampungkan.

Baca Juga :
Kamis, 23 Januari 2014
Moto G Murah, Motorola Siapkan Lagi yang Super Murah

Moto G Murah, Motorola Siapkan Lagi yang Super Murah

Motorola G
Kayaknya Motorola tidak akan berhenti mengusahakan smartphone dengan harga terjangkau. Meski sudah merilis Moto G yang disebutnya smartphone murah, Motorola kabarnya masih menyiapkan lagi ponsel yang super murah.

CEO Motorola Dennis Woodside dalam sebuah wawancara yang dilansir Tech Crunch, Kamis (23/1/2014), mempertanyakan kebutuhan akan smartphone dengan harga lebih tinggi.

"Mengapa perangkat-perangkat ini tak bisa dijual dengan harga USD 50 misalnya? Tidak ada alasan hal itu tidak bisa terjadi. Oleh karena itu kami mengupayakannya," ujar Dennis.

Pernyataannya tersebut memunculkan spekulasi, Motorola akan merilis ponsel dengan banderol sekitar USD 50, lebih murah 75% dari handset termurah Motorola. Dengan demikian, Motorola meninggalkan persaingan dengan ponsel mahal dan beralih ke smartphone super murah.

Moto G sendiri dinilai sebagai ponsel Android murah dengan spesifikasi mumpuni saat ini. Malah, harga jualnya kini hanya sekitar Rp 1 jutaan di Amerika Serikat. Versi GSM Moto G dipatok harganya mulai USD 179 lepas kontrak layanan data operator. Jika dirupiahkan, harga Moto G hanya Rp 2 juta. Nah, versi CDMA rupanya cuma dijual USD 100.

Beberapa waktu lalu, teka-teki kehadiran Moto G di Indonesia mulai terungkap. Setelah sebelumnya diluncurkan di Malaysia, handset tersebut diketahui sudah menjalani proses pengujian di Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo.

Menariknya, ternyata Trikomsel selaku distributor resminya di Indonesia telah mendaftarkannya sejak pertengahan bulan Desember 2013. Membuktikan bahwa sang distributor memang tak ingin berlama-lama memboyong versi terjangkau Moto X ini ke Indonesia.

Konon, Moto G bakal mulai menyapa pengguna ponsel Tanah Air pada kisaran bulan Februari mendatang. Adapun harganya, diproyeksi berada di angka Rp 2 jutaan.

Baca Juga :
Menanti Kejutan dari Bundling Android Smartfren

Menanti Kejutan dari Bundling Android Smartfren

Peluncuran Andromax U3 dan Andromax V jelas hanya salam pembuka dari Smartfren mengawali gebrakannya di 2014. Dalam waktu dekat, operator seluler berbasis CDMA ini akan merilis lanjutan seri Andromax terbaru demi upaya menggenjot target lima juta aktivasi pelanggan baru.

“Tunggu saja kejutan dari kami. Dalam tiga-empat bulan lagi kami akan kembali hadir dengan produk bundling terbaru yang tentunya jauh lebih tinggi spesifikasinya,” kata Sukaca Purwakardjono, Head of Smartphone Product Smartfren Telecom, di Kembang Goela, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Sukaca menjelaskan, selain menggandeng sejumlah vendor untuk memasok brand Andromax seperti Hisense, Innos, ZTE, dan Huawei, pihaknya juga tengah menjalin pembicaraan dengan Lenovo untuk bundling ponsel Dual SIM CDMA-GSM setelah sukses dengan bundling HTC One Dual SIM untuk non-Andomax.

“Ini wujud komitmen kami untuk terus mengembangkan ekosistem CDMA di Indonesia dengan menghadirkan pilihan bundling smartphone sesuai keinginan pengguna kami,” jelas Sukaca lebih lanjut.

Menurut Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren, bundling Andromax yang dipasarkannya sejauh ini laku keras dan telah diaktivasi pelanggan sebanyak 339 ribu unit pada kuartal ketiga 2013 lalu.

“Ini menjadikan kami sebagai importir perangkat seluler urutan kedua terbesar di Indonesia setelah Samsung, menurut data IDC. Bahkan Andromax kami jauh lebih laku dibandingkan brand besar seperti BlackBerry dan Nokia,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Sukaca, angka aktivasi penjualan di kuartal keempat ternyata lebih besar lagi karena Smartfren masih merilis produk baru saat itu. “Dari hitung-hitungan tim internal kami, penjualan di kuartal keempat yang berhasil diaktivasi sebanyak 560 ribu unit".

Itu artinya, kata dia, dalam setahun terakhir di 2013, Smartfren berhasil mendapatkan aktivasi pelanggan lebih dari 1,2 juta hasil dari penjualan bundling Andromax seri C, I, U, V, Z, T, dan G. Menurut Sukaca, yang paling laku seri C, I, dan U dengan komposisi masing-masing 20%. “Sementara yang V itu 5% sampai 10%,” katanya.

Melihat prospek cerah dari bundling Andromax ini, Smartfren pun tak ragu untuk mematok target tinggi di 2014 ini. Jika di 2013 bisa menjual 1,2 juta unit lebih, di tahun ini kata Sukaca, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan tiga hingga empat kali lipatnya.

“Kami ingin agar Andromax menguasai 18% hingga 20% pangsa pasar smartphone di Indonesia. Kami optimistis karena di kuartal keempat kemarin saja kami menguasai 12% hingga 15% market share,” katanya.

Strategi bundling ini juga sejalan dengan target perseroan untuk menambah aktivasi jumlah pelanggan baru sedikitnya 4-5 juta. Menurut Merza Fachys, Direktur Smartfren, di akhir 2013 lalu pihaknya membukukan 11 juta pelanggan

Baca Juga :
Rabu, 22 Januari 2014
Geek, Ponsel Tizen dari ZTE

Geek, Ponsel Tizen dari ZTE

ZTE kabarnya telah menyiapkan dengan rapi kemunculan ponsel Tizen jagoannya. Smartphone ini diperkirakan akan mejeng tak lama lagi, yakni saat Mobile World Congress (MWC) 2014.

ZTE Geek, demikian nama smartphone tersebut, memang cukup bikin penasaran. Sebelumnya sempat beredar video berdurasi 3 menit yang menampilkan demo handset Tizen. Namun dilihat dari desainnya yang mirip seri Galaxy Samsung, tampaknya handset tersebut merupakan buatan sang vendor asal Korea Selatan.

Nah, sementara kemunculan ponsel Tizen Samsung masih terus molor, ZTE sepertinya ingin lebih dulu unjuk gigi. Namun meski rumor kemunculan ZTE Geek ke publik santer dikabarkan Februari mendatang, belum bisa dipastikan kapan smartphone ini dijual.

Kabar yang dilansir Digital Trends, Rabu (22/1/2014) hanya menyebutkan, ZTE dipastikan akan meluncurkan ponsel Tizen tahun ini, dan memasarkannya beberapa pekan setelah peluncuran.

Mengenai spesifikasinya masih simpang siur, ZTE Geek konon bakal dibekali chipset Intel. Namun bocoran lain ada juga yang menyebutkan ZTE Geek menggunakan Nvidia Tegra 4. Layarnya berukuran 5 inch, memiliki kamera belakang 8 megapixel dan kamera depan 1 megapixel, serta dibekali kapasitas penyimpanan internal 8GB.

Ini bukan pertama kalinya ZTE berkecimpung di sistem operasi (OS) berbeda selain Android. Perusahaan asal China ini sebelumnya juga menjadi vendor pertama yang menawarkan handset berbasis OS Firefox.

Tizen sendiri dikembangkan Samsung bersama Intel. Berbasis Linux, Tizen dipromosikan Linux Foundation sebagai alternatif platform Android. Tizen adalah pengembangan dari platform MeeGo yang dulu dikembangkan Nokia bersama Intel dan LiMo.

Baca Juga :
Senin, 20 Januari 2014
Advan S5G, Penantang Serius di Kelas Ponsel Jumbo

Advan S5G, Penantang Serius di Kelas Ponsel Jumbo

"Hah! Ponsel lokal harganya Rp 3,5 juta? Kemahalan. Ponsel lokal wajarnya sih Rp 1 jutaan". Pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, kalimat ini kadang kerap dilontarkan pengguna ponsel Tanah Air saat menakar harga ponsel lokal.

Memang, ponsel merek lokal masih belum bisa lepas dari stereotype 'murah dan punya kualitas seadanya'. Padahal kenyataannya tak selalu seperti itu.

Meski banyak yang bermain di kelas menengah ke bawah dengan menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan ponsel branded, tetapi vendor merek lokal ada pula yang ingin naik kelas dengan menyodorkan perangkat premium untuk segmen menengah ke atas.

Dari sisi kualitas mereka terus berbenah agar tidak kalah dengan ponsel branded. Namun imbasnya, ya harganya tak bisa di kisaran Rp 1 jutaan. Ini untuk mewujudkan keinginan untuk mendapatkan perangkat dengan kualitas mumpuni.

Salah satu vendor yang kini menggembar-gemborkan bahwa produknya berkualitas premium bukan murahan adalah Advan. Perusahaan yang punya pabrik di kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah ini terus berusaha menghapus cap negatif vendor lokal yang murah dan murahan.

Salah satu produk yang dijagokan adalah Advan S5G. Ini merupakan phablet yang diklaim akan menjadi penantang serius di kelas ponsel jumbo alias phablet. Lantas, bagaimana kemampuan seharga Rp 3,5 juta ini? Berikut reviewnya:

1. Desain
Jauh dari kesan murahan, berikut kesan pertama saat melihat Advan S5G. Perangkat ini dikemas dengan layar selebar 5,7 inch Full HD kapasitif. Ukurannya terasa pas untuk sebuah phablet.

Termasuk saat dibekap dalam genggaman tangan, melakukan navigasi pada phablet ini dengan satu tangan pria dewasa pun bisa dilakukan dengan mudah. Dan yang lebih penting adalah ketika digunakan untuk menelpon, Advan S5G tak terlihat aneh karena terlalu besar. Jadi dari ukuran memang pas!

Dengan layar Full HD beresolusi 1920x1080 pixel, ponsel jumbo ini pastinya menawarkan tampilan menjanjikan. Bisa dibilang dari sisi display, ia sudah selevel dengan produk kelas atas lainnya.

Tampilan jernih dan tajam menjadi keunggulan Advan S5G. Terlebih batas antara bezel dan layar juga tak terlalu lebar. Sehingga ia jadi lebih enak dilihat serta membuatnya jadi lebih ringkas.

2. Kamera 18 MP
Kamera 18 megapixel? Ya, ini memang tidak familiar di pasaran. Sebab produk lain rata-rata 'cuma' membenamkan kamera 8 MP atau 13 MP di perangkat besutannya. Memang, ada yang hadir dengan kamera 20 MP, atau bahkan 41 MP.

Namun yang pasti, dengan mengusung kamera 18 MP -- yang merupakan angka tidak biasa untuk sebuah sensor kamera  --  Advan ingin 'menggelitik' pengguna. 

Pun demikian, berapapun angkanya, toh yang lebih penting adalah kualitas kamera yang dihasilkan dalam mengabadikan gambar.

Nah, di Advan S5G sendiri, jika bicara kualias sejatinya tak terlalu mengecewakan. Memang, awalnya dengan embel-embel '18 MP', pasti ada ekspektasi khusus akan kualitas dari kamera ini yang (mungkin) jauh melebihi ponsel berkamera 8MP atau 13 MP.

Namun nyatanya hal itu sulit dibandingkan. Tetapi secara umum, dari segi kualitas gambar yang dihasilkan, secara umum kamera Advan S5G tak kalah dengan perangkat kelas atas lainnya.

Advan sendiri mengklaim, dengan resolusi 18 megapixel, hasil jepretan Advan S5G setara dengan kamera digital dan bisa dicetak dengan ukuran benner 1 meter x 1.5 meter dengan hasil yang tidak pecah.

Berbagai scene mode bisa dijumpai, seperti portrait, lanscape, night potret, steady photo, firework, dan lainnya. Begitu juga dengan colour effect:  sepia, negative, mono, serta blackboard. Tak ketinggalan pengaturan exposure  dan white balance.

Ketika mencoba untuk melakukan pengambilan gambar dalam beberapa kondisi. Seperti suasana jalan raya dimana kendaraan yang lalu-lalang sedang tancap gas. Termasuk saat kondisi temaram untuk mengeker keyboard Macbook Air.

Oh iya, kamera Advan S5G juga memiliki fitur panorama yang bisa memotret obyek dengan angle lebih banyak kemudian secara otomatis kamera akan menjahit beragam angle gambar menjadi satu gambar menarik.

Fitur ini  biasanya digunakan untuk meng-capture nuansa yang lebih variatif, sehingga gambar yang dihasilkan benar-benar memberi nuansa berbeda. Fitur panorama yang dimiliki Vandroid S5G bisa disetting sampai 360 derajat. Dengan demikian gambar di sekeliling bisa terekam menjadi satu kesatuan.

Pengguna juga bisa merekam momen yang memiliki gerakan cepat, seperti balapan mobil, orang berlari, dan lainnya.

Moment-moment tersebut bisa direkam secara cepat dan detail dari gerakan satu ke gerakan berikutnya dengan fitur continuous shot yang mencapai 99 frame

3. Performa
Dapur pacu Advan S5G dikebuli dengan prosesor Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz, RAM 1 GB, dan memori internal 32 GB.

Di atas kertas, untuk prosesor cukup mentereng, apalagi ada embel-embel prosesor empat inti. Termasuk untuk memori internal yang sudah lega. Mungkin yang kurang menonjol adalah dari sisi RAM, yang cuma 1 GB.

Namun ketika dijajal di lapangan. Advan S5G nyatanya bisa melahap berbagai tugas yang diberikan. Saat dinavigasikan secara umum respons yang diberikan terbilang cepat. Sapuan jemari dapat 'berdansa' di layar lebarnya dengan lihai. Dan perpindahan antar layar juga cepat.

Termasuk saat digeber dengan menjalankan video berkualitas HD dan memainkan sejumlah game, Advan S5G mampu tampil memuaskan. Tapi ketika penggunaan cukup lama, seperti biasa bagian belakang mulai 'berkeringat' alias terasa hangat.

Penasaran, ketika dicoba melakukan benchmark dengan beberapa aplikasi benchmarking populer. Dengan aplikasi Quadrant, Advan S5G menorehkan angka 4436. Dalam data Quadrant, hasil ini berada di atas nilai Asus Transformer Prime, Samsung Galaxy Tab 10.1, LG Optimus 2X, dan Nexus S. Tapi Advan S5G masih di bawah HTC One X.

4. Kesimpulan
Bagi Anda yang menginginkan perangkat phablet yang bisa diandalkan -- dalam arti tak cuma menang karena berlayar besar namun performanya juga mumpuni -- Advan S5G bisa dipertimbangkan.

Apalagi harga perangkat ini lebih ramah kantong dibandingkan perangkat yang jauh lebih populer. Lumayan, perbedaannya bisa mencapai beberapa juta rupiah, jika dibandingkan Samsung Galaxy Note 3 dan OPPO N1.

Namun memang, dari segi fitur, Advan S5G terbilang biasa. Tak ada fitur spesial layaknya perangkat kelas atas lainnya yang mampu membuat pengguna mengucap 'wow'. 

Memang hal ini bisa ditutupi dengan kehadiran fitur standar yang mampu berjalan optimal. Namun tak ada salahnya juga kan jika pengguna menginginkan fitur keren yang bisa dipamerkan ke teman-teman dan pengguna ponsel lainnya?

Kelebihan:
+ FItur berjalan optimal
+ Harga murah

Kekurangan
- Tak ada fitur spesial
- Brand belum terlalu populer 

Spesifikasi Advan S5G:

- Screen: 5,7 inch Full HD Capacitive Screen
- Processor: Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz
- OS: Android Jelly Bean 4 .2
- Memory: 32 GB
- RAM: 1 GB
- Camera: Dual (rear AF 18mp) front 5 mp
- Sim Card: Dual Sim : Micro & Standard
- WiFi: 802.11 b/g/n
- Bluetooth: Verse 4.0
- Micro SD: Micro SD Up to 32 GB
- Battery: 2.500 mAh
- Jaringan: 3G Call, SMS, Internet Browsing, SMS, GPS.
Kamis, 16 Januari 2014
ZTE Ambisi Jual 60 Juta Unit Smartphone

ZTE Ambisi Jual 60 Juta Unit Smartphone

ZTE, salah satu produsen ponsel besar asal China, coba semakin berkibar di industri smartphone. Meski belakangan persaingan yang terjadi antar vendor ponsel terindikasi semakin ketat saja, ZTE tetap optimistis menyambut tahun 2014 dengan target lumayan tinggi.

Zhang Renjun selaku Senior Vice President ZTE Corporation menyatakan bahwa pada tahun 2013 perusahaannya mampu menjual 40 juta ponsel pintar secara global. Nah di tahun 2014 ini, mereka menargetkan penjualan sampai 60 juta unit smartphone.

Zhang Renjun pun berjanji ZTE yang juga dikenal sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi ini, akan semakin agresif di pasar global. Mereka menyasar pertumbuhan di pasar negara maju seperti Amerika Serikat dan negara negara Eropa ataupun pasar yang sedang pesat perkembangannya seperti Indonesia dan India.

"Indonesia adalah pasar yang sangat besar dengan populasi tinggi. Dan 41 persennya adalah anak anak muda," kata Zhang mengenai seksinya pasar ponsel di Tanah Air, dalam konferensi pers di yang dihadiri di Hong Kong.

Untuk mencapai target penjualannya, ZTE akan tetap mengusung strategi penjualan dengan dua cara. Yaitu menyediakan handset yang dijual dengan sistem bundling dan menjual ponsel secara langsung melalui mitra distributor lokal. Dalam penyediaan handset di Indonesia, ZTE antara lain bermitra dengan operator CDMA Smartfren.

"Yang terpenting adalah kami menyediakan produk ponsel yang bagus. Kami juga akan terus mengembangkan chanel penjualan dan berbisnis baik secara business to business maupun business to consumer," tambah Zhang.
Kamis, 09 Januari 2014
Android Kian Menggurita di Tahun Kuda

Android Kian Menggurita di Tahun Kuda

Lembaga riset Gartner memproyeksi akan ada sekitar 2,5 miliar smart devices seperti ponsel, tablet, dan PC yang dikapalkan di sepanjang 2014. Jumlah ini meningkat 7,6% dibandingkan tahun lalu.

Diperkirakan, ponsel yang akan dikapalkan tahun ini mencapai 1,9 miliar unit dimana sekitar 1,1 miliar di antaranya berbasis Android. Sedangkan PC yang dikapalkan sebanyak 278 juta unit, dan komputer tablet sekitar 300 juta unit.

Di tahun kuda ini, sistem operasi Android juga diperkirakan akan kian mendominasi dengan persentase mencapai 45% di semua perangkat. Tahun sebelumnya, Android sudah menguasai 38%. Dominasi Android diperkirakan masih akan berlanjut menjadi 48% di 2015.

Menurut catatan Gartner, perangkat Android yang dikapalkan di sepanjang 2013 lalu diperkirakan mencapai 1,9 miliar. Sedangkan Apple dengan iOS dan Mac sekitar 682 juta unit.

Direktur Riset Gartner Ranjit Atwal memprediksi, seiring terus melesatnya pamor Android, maka Samsung sebagai vendor terbesar yang mengusung OS itu masih akan terus mempertahankan pangsa pasarnya.

Seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (9/1/2014), Apple dalam prediksi Gartner juga terlihat menempel ketat sistem operasi Windows di semua perangkat. Posisinya, Windows sebanyak 360 juta unit, sementara Apple di 344 juta unit selama 2014.

Baca Juga :
Jumat, 03 Januari 2014
Android Rebut Tahta Ponsel Sejuta Umat

Android Rebut Tahta Ponsel Sejuta Umat

Tak dapat dipungkiri bahwa sistem operasi Android saat ini sedang merajalela. Pengguna ponsel yang memakai OS Android banyak dijumpai di sekitar.

Boleh dibilang, ponsel Android sudah bisa dijuluki sebagai ponsel sejuta umat. Sebuah gelar yang pada zaman dahulu identik dengan Nokia.

Ya memang pada zaman dahulu, ponsel Nokia begitu banyak digunakan sehingga mendapat julukan tersebut. Namun akhirnya, masa kejayaan mereka berakhir.

Lalu, apa saja fakta menarik soal Android dan mengapa ia layak disebut sebagai OS ponsel sejuta umat? Simak berikut ini.

1. Menguasai pangsa 81%

Penelitian dari biro riset Strategy Analytics menyebutkan bahwa dari 251 juta smartphone yang dikapalkan di seluruh dunia pada kuartal III 2013, 81% di antaranya memakai Android.

"Dominasi Android mencapai titik tertinggi di kuartal III 2013, dengan empat dari lima ponsel memakai Android. Adapun BlackBerry menurun menjadi hanya 1% karena lemahnya performa perangkat BlackBerry 10," tukas Scott Bicheno, analis di Strategy Analytics.

"Apple juga kehilangan pasar melawan Android karena tidak terdengar gaungnya di pasar smartphone murah," tambah Scott.

Kedigdayaan Android tergambar jelas dalam riset Strategy Analytics ini, dengan pangsa pasar yang sangat jauh dari lawan-lawannya.

2. Dipakai banyak vendor

Sifat Android sebagai sistem operasi open source yang dapat digunakan siapapun tanpa biaya, membuat begitu banyak vendor ponsel memakainya.

Produsen ponsel raksasa seperti Samsung, LG, HTC sampai Sony, semuanya mengandalkan Android. Mereka memodifikasi software Android ataupun menambahkan fitur khusus sebagai diferensiasi.

Begitupun produsen ponsel yang bermain di pasar lokal negara tertentu, biasanya memproduksi ponsel Android. Di Indonesia, ada nama seperti Evercoss, Mito, ataupun Maxtron.

Banyaknya vendor yang mengadopsi Android membuktikan bahwa OS ini memang tengah berada di puncak popularitasnya.

3. Ada 1 milyar aplikasi di Play Store
Aplikasi sudah menjadi menu wajib di sebuah smartphone. Seiring popularitas Android, para developer pun ramai-ramai mengembangkan aplikasi untuk Android.

Di toko aplikasi Google Play Store, tercatat jumlah aplikasinya sudah tembus 1 miliar sampai bulan Juli 2013.

Sedangkan jumlah download yang dilakukan para pengguna Android, sudah mencapai lebih dari 50 miliar kali.

Hampir semua aplikasi populer ada di Play Store. Termasuk Instagram, Path, WhatsApp, Candycrush dan begitu banyak lainnya.

4. Favorit serangan program jahat
Semakin tinggi popularitas sistem operasi biasanya berbanding lurus dengan jumlah program jahat yang mengincarnya. Tidak terkecuali dengan Android.

Sejumlah penelitan dari perusahaan sekuriti membenarkan ancaman program jahat di Android terus bertambah. Malah dalam studinya, Department of Homeland Security (DHS) yang berkolaborasi dengan FBI (Federal Bureau and Investigation) mengatakan Android merupakan magnet bagi serangan malware.

DHS dan FBI mengungkapkan serangan yang mengincar perangkat Android memiliki porsi terbesar dengan 79 %. Sementara serangan pada perangkat iOS hanya menorehkan porsi tidak sampai 1 % atau tepatnya 0,7 %.

Terbesar kedua ternyata adalah Symbian, sistem operasi yang telah dihentikan pengembangannya tersebut memiliki porsi kerentanan terhadap serangan malware sebesar 19 %. Diikuti oleh Windows Phone dan BlackBerry yang masing-masing hanya memiliki porsi hanya 0,3 %.

5. Harga ponsel terjangkau
Salah satu yang membuat ponsel Android merajalela adalah, banyak vendor yang menawarkan model dengan harga terjangkau. Terutama, vendor ponsel lokal di negara negara tertentu.

Memang, ponsel Android dijual dalam berbagai rentang harga. Semakin tinggi spesifikasinya, semakin mahal harganya.

Namun bagi yang ingin sekadar mencoba ponsel Android dan tidak memusingkan performa atau spesifikasi, bisa memilih handset Android harga terjangkau.

Malah, beberapa vendor ponsel ada yang menawarkan Android seharga kurang dari Rp 1 juta.

Sabtu, 21 Desember 2013
Evercoss Siap Ekspor Ponsel Dari Pabrik Barunya di Semarang

Evercoss Siap Ekspor Ponsel Dari Pabrik Barunya di Semarang

Pabrik senilai 1 T milik Evercross yang berada di Semarang rencananya tidak hanya untuk memenuhi pasokan dalam negeri. Hasil produksi pabrik ponsel tersebut juga akan diekspor ke mancanegara.

PT Aries Indo Global (AIG), yang membawahi Evercoss mengatakan bahwa pabrik yang ada di Semarang akan beroperasi mulai 2014 mendatang. Dimana pada tahap pertama akan diproduksi 10 line ponsel atau setara 500.000 hingga 600.000 unit dan dapat membuka lapangan kerja sampai 1.000 orang.

Pabrik tersebut nantinya akan menjadi basis perakitan ponsel Evercoss, baik jenis feature phone maupun smartphone berbasis Android yang menjadi andalannya.

"Meski tidak beroperasi secara penuh, pabrik Evercoss di Semarang nantinya akan menangani distribusi lokal sekaligus ekspor ke luar negeri," ujar Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss.

Adapun tujuan ekspornya, menurut Janto, adalah 10 negara di wilayah Asean. 10 Negara tujuan ekspor Evercoss sendiri tersebut adalah Negara di mana merk Evercoss telah berhasil mendapat paten merk di sana.

Sayangnya hingga saat ini salah satu petinggi Evercoss itu tak ingin menjelaskan lebih lanjut Negara ASEAN mana saja yang bakal diincar Evercoss dalam usahanya melebarkan sayap ke pasar luar negeri.

"Saat Evercoss telah dipasarkan di luar negeri, pengguna ponsel Evercoss di Indonesia sedikit-banyak dapat berbangga diri karena produk ponsel lokal di genggamannya juga dipasarkan di luar negeri," imbuhnya.
Rabu, 11 Desember 2013
Smartfren Diam-diam Siapkan Ponsel Baru

Smartfren Diam-diam Siapkan Ponsel Baru

Andromax i2 dan Andromax G
Tak lama lagi, Smartfren akan meluncurkan dua ponsel Android terbaru mereka. Keduanya diklaim punya spesikasi yang mumpuni namun dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Ponsel yang akan diperkenalkan tak lain adalah Andromax G dan Andromax i2. Keduanya akan diluncurkan secara bersamaan, yakni sekitar pertengahan Desember 2013.

Andromax G rencananya akan dipasarkan dengan harga di bawah Rp 1 juta, sementara Andromax i2 dijanjikan di bawah Rp 1,5 juta.

Soal spesifikasi kedua produk tersebut terlihat cukup menjanjikan. Andromax G yang memiliki layar 4 inch diperkuat prosesor dua inti 1,2 Ghz dari Qualcomm. Sementara untuk kapasitas memori RAM 512 MB, ROM 4 GB yang masih dapat diperbesar melalui slot microSD.

Sedangkan Andromax i2, yang merupakan penyegaran dari New Andromax i, memiliki prosesor 4 inti 1,2 Ghz yang juga dibuat oleh Qualcomm. Sementara kapasitas RAM mencapai 1 GB, dan ROM 4 GB dengan dukungan microSD.

"Ini adalah ponsel Android quadcore pertama yang dijual di bawah Rp 1,5 juta. Kompetitornya mungkin dijual di atas itu," klaim Hartadi Novianto, Bundling Product Department Head, Rabu (11/12/2013).

Saat dipasarkan nanti kedua ponsel itu akan tersedia dalam pilihan warna, hitam dan putih. Keduanya terbuat dari bahan plastik yang cukup mantap digenggam anti slip.

Baca Juga :
Selasa, 10 Desember 2013
Android Kuasai Dunia

Android Kuasai Dunia

Android semakin merajalela. Perangkat berbasis sistem operasi besutan Google itu telah menguasai lebih dari tiga perempat jumlah smartphpne yang ada di dunia.

Berdasarkan data yang dilaporkan IDC, perangkat berbasis Android sukses melampaui 81% dari seluruh populasi smartphone terhitung pada kuartal ketiga tahun ini. Porsi tersebut disumbang oleh pengapalan smartphone Android yang tercatat berjumlah 211,6 juta unit.


Yang mana 40% dari total pengapalan yang terjadi pada kuartal ketiga itu didominasi seluruhnya oleh produk besutan Samsung.

Sementara rival terdekat Android, yakni iOS justru mengalami penurunan dari yang sebelumnya 14,4% pada kuartal ketiga tahun lalu, menjadi 12,9% pada kuartal tahun ini. Sedangkan perangkat Windows Phone mengalami peningkatan meski tidak banyak, dari yang sebelumnya 2% meningkat menjadi 3,6%.

Adapun total keseluruhan ponsel yang dikapalkan sepanjang kuartal ketiga tahun ini, seperti dikutip dari GSM Arena, Rabu (13/11/2013), berdasarkan data IDC adalah sebanyak 261,1 juta perangkat.




Kamis, 05 Desember 2013
Pabrik Monitor Advan akan Disulap Jadi Pabrik Ponsel

Pabrik Monitor Advan akan Disulap Jadi Pabrik Ponsel

Ambisi Advan untuk punya pabrik ponsel dan tablet PC sendiri terus digenjot. Pabrik ini bakal berlokasi di kawasan industri Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Rudy Tirta, Direksi Advan, pabrik ini merupakan hasil perluasan dari pabrik monitor yang sebelumnya telah berdiri. Tinggal nanti ada pembenahan di berbagai bagian hingga akhirnya dapat mendukung untuk proses perakitan ponsel dan tablet PC.

"Jadi kita punya modal yang lebih kuat dibandingkan vendor lokal lainnya. Karena kita sudah punya pengalaman dengan memproduksi monitor, notebook dan lainnya," ujar Rudy dalam diskusi terbatas di Jakarta.

Pabrik ponsel dan tablet milik Advan itu pun diharapkan nantinya dapat menghasilkan efisiensi. Termasuk dengan tak melulu bergantung dengan manufaktur dari China.

Sebelumnya, Chief Marketing Officer Advan Tjandra Lianto mengatakan pihaknya tak pernah setengah-setengah saat berbisnis sesuatu. "Dari zamannya monitor dan notebook, kita jadi masuk ke nomor satu di jajaran vendor lokal. Di tablet PC juga begitu, kita mau jadi brand nomor satu yang mewakili Indonesia," ungkapnya.

Advan sendiri saat ini memang telah memiliki pabrik di Semarang, namun belum bisa dioptimalkan untuk memproduksi tablet PC sendiri. Melainkan masih sebatas assembly.

"Tentunya ini banyak faktor, dukungan dari pemerintah, tax (pajak) yang bagus, supply dari pihak ketiga serta aksesoris dan sebagainya. Dengan ini tentunya kita jadi lebih bersaing. Sehingga kalau lebih mudah jadi memperlancar produksi dalam negeri," jelas Tjandra.

Pabrik Advan tersebut saat ini masih sebatas melakukan proses assembly, di mana 90% komponen masih diambil dari impor, baru 10% dari lokal. Diharapkan, semakin lama presentase lokal semakin besar.

"Untuk investasi kami menyiapkan Rp 100 miliar, itu untuk pabrik tablet PC saja. Digunakan untuk lini produksi, testing, QC (quality control), dan pengembangan R&D di Indonesia. Sementara karyawan bisa menampung hingga 3.000 orang dengan kapasitas 100-200 ribu perangkat per bulan," Tjandra menandaskan, saat ditemui di sela peluncuran Vandroid S5F beberapa waktu lampau.

Baca Juga :
Kamis, 28 November 2013
Mito Prime : Tablet Berotak Quad Core

Mito Prime : Tablet Berotak Quad Core

Mito Prime
Pasar tablet PC yang semakin seksi melecut Mito Mobile untuk kembali merilis perangkat anyar. Inilah Mito Prime, tablet 'lokal' yang diklaim bertenaga dengan otak quad core.

Penampilan Mito Prime dikemas dengan layar 7 inch dan ketebalan 8,9 mm. Berat ini dianggap cukup ringan untuk dibawa ke mana-mana.

"Secara tampilan, Mito Prime sudah dapat dirasakan kemampuannya. Tipis dan ringan. Ini tentu akan sangat membantu bagi pengguna. Belum lagi dari sisi performa," kata Direktur Mito Mobile Hansen Lie, dalam keterangannya.

Dapur pacu Prime digeber dengan prosesor 1.2 GHz quad core. Mito mengklaim prosesor yang mengotakinya bukan sembarang prosesor yang punya empat inti, namun perangkat ini sudah dilengkapi dengan konsep baru sehingga performa dapat digeber lebih optimal.

Hal ini diyakini bakal berpengaruh saat pengguna memutar film berdefinisi tinggi (HD), gambar yang tersaji berjalan dijanjikan bakal tanpa hambatan dan ngelag alias patah-patah di perangkat seharga Rp 1.599.000 ini.

Kebutuhan pengguna terhadap (BBM) pun sudah bisa diakomodir dari Mito Prime. Siapa bilang tablet PC tak bisa dipakai BBM-an? Pengguna bisa mencobanya di perangkat ini.

Sementara ketika ingin mengabadikan momen penting bisa mengandalkan kamera 2 megapixel yang terbenam di bagian belakang serta sisi depan sensor 0,3 megapixel.

"Dengan harga yang terjangkau, MIto Prime sudah bisa memberikan apa yang dibutuhkan pengguna tablet PC. Desainnya yang stylish, mudah dibawa kemana saja, serta performa yang bisa diandalkan," tutup Hansen.

Spesifikasi:
• Dual GSM (900/1800 MHz/WCDMA 2100 MHz)
• Prosesor 1.2 GHz New Concept Quad Core (2CPU+2VPU)
• OS Android 4.1 Jelly Bean
• Capacitive Touchscreen LCD 7 Inch IPS
• Dual Camera (2.0 MP+0.3 MP)
• Internal Memory 4 GB
• RAM 1 GB
• GPRS/EDGE/3G/WiFi
• Bluetooth, FM RAdio, MP3, MP4
• Google Play Gmail, Google Maps, Facebook, Twitter, YouTube, Yahoo Messenger, BlackBerry Messenger.

Baca Juga :
Selasa, 26 November 2013
Smartfren Andromax Z, Persembahan Terbaik dari Smartfren

Smartfren Andromax Z, Persembahan Terbaik dari Smartfren

Smartfren Andro Z
Menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan ponsel Android berfitur premium dengan harga terjangkau, kini telah hadir Smartfren Andromax Z. Segudang fitur terbaik dijejalkan di dalam smartphone berlayar seluas 5,5 inci ini. Smartfren Andromax Z mengusung prosesor Quad Core 1,5 GHz untuk memberikan kecepatan respon saat membuka aplikasi, instalasi dan multitasking.

Penggemar games di smartphone juga bisa bergembira karena Smartfren Andromax Z menggunakan kartu grafis PowerVR SGX 544. Sehingga grafis yang ditampilkan untuk games 2D maupun 3D terlihat semakin baik. Apalagi didukung dengan baterai berkapasitas 2.500 mAh dan sistem audio dari Dolby Digital Plus. Mau main game, nonton video atau mendengarkan musik bisa lebih puas.

Untuk mendukung kebutuhan gaya hidup Anda yang mobile, Smartfren Andromax Z dilengkapi dengan fasilitas EVDO+GSM Dual On Active. Anda bisa mengaktifkan kedua nomor secara bersamaan dan menerima notifikasi nada panggilan masuk pada saat salah satu nomor menerima panggilan. Tidak ada lagi batasan dalam komunikasi Anda.


Smartfren Andromax Z memiliki fitur Wireless Display Extention. Sehingga Anda bisa berbagi konten ke televisi menggunakan koneksi Wi-Fi. Cukup hubungkan Wireless Display atau miracast adapter ke HDMI-enabled TV. Maka Anda dapat menampilkan dokumen penting untuk presentasi bisnis di televisi. Selain itu Anda juga bisa streaming video dan memainkan game menggunakan fitur Wireless Display Extention.

Mengenai kualitas kamera, Smartfren Andromax Z mengusung dual camera beresolusi 8 MP Auto Focus dengan LED Flash (kamera belakang) dan 2 MP (kamera depan). Anda juga dapat memutar video berkualitas HD dan menikmati ketajaman gambarnya berkat penggunaan layar IPS beresolusi 1280x720p. Anda juga dapat memanfaatkan fungsi kamera depan untuk video call/chatting di aplikasi ketiga yang kompatibel.

Paket Smartfren Andromax Z + kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga Rp 2.799.000 (termasuk PPN) dan gratis paket Smartplan sebesar Rp 50.000. Paket ini terdiri dari 1,5 GB volume data, 20 menit telepon ke operator lain, telepon sepuasnya ke semua nomor Smartfren dan 60 SMS ke semua operator.

Smartfren Andromax Z pertama diluncurkan pada 28 Oktober lalu bersamaan dengan tiga produk terbaru lainnya, yakni HTC Desire XC, Haier Maxx dan Andromixx Pixcom. “Kini pelanggan tidak saja membutuhkan smartphone sebagai perangkat komunikasi, tapi lebih dari itu mereka pun semakin cerdas untuk mendapatkan paket data yang lengkap dengan koneksi cepat dan harga terjangkau,” ujar Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren.

“Sebagai jawaban atas hal tersebut, Smartfren berkomitmen untuk terus memberikan beragam pilihan smartphone terbaru kami yang didukung dengan paket Smartplan yang dapat menunjang gaya hidup mobile pelanggan kami," lanjut Djoko. Keempat produk tersebut sama-sama dilengkapi dengan fitur unggulan terkini, konektivitas internet cepat Smartfren dan akses mudah ke jejaring media sosial.

Baca Juga :
Senin, 25 November 2013
Galaxy Grand 2: Sensasi Galaxy Note Separuh Harga

Galaxy Grand 2: Sensasi Galaxy Note Separuh Harga

Galaxy Grand 2
Samsung terus memperkaya jajaran ponsel besutannya. Kali ini yang digarap adalah pasar pengguna yang menginginkan ponsel dengan luas layar layaknya Galaxy Note, namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Galaxy Grand 2, demikian nama ponsel terbaru Samsung yang siap digeber untuk menggaet pengguna dari segmen menengah. Kelebihan yang ditawarkan terletak pada ukuran layarnya yang berukuran 5,25 inch.

Tak hanya itu, spesifikasinya pun terbilang mumpuni karena telah dibekali prosesor quad-core dengan speed clock 1,2 Ghz dan besaran RAM 1,5 GB. Menyusul penggunaan memori internal berkapasitas 8 GB yang masih bisa ditambah lewat slot Micro SD yang tersedia.

Beralih ke sektor kamera, Galaxy Grand 2 lumayan mumpuni karena mengandalkan kemampuan 8 MP. Sementara untuk resolusi layarnya telah mengadopsi resolusi HD yakni 1280x720 pixel.

Sistem operasinya sendiri telah menggunakan Android versi 4.3. Dan seperti detikINET kutip dari Engadget, Senin (25/11/2013), ponsel ini bakal ditawarkan dalam tiga varian warna, yakni putih, hitam dan pink.

Sayangnya, belum ada informasi harga yang bakal disematkan. Namun kuat disinyalir Galaxy Grand 2 akan menempati segmen menengah dengan kisaran harga mulai Rp 3 jutaan. Separuh harga di bawah pasaran Galaxy Note yang rata-rata Rp 6 jutaan.

Baca Juga :
Minggu, 24 November 2013
Kapan Android Low End Bisa Cicipi KitKat?

Kapan Android Low End Bisa Cicipi KitKat?

Android KitKat
Android KitKat yang belum lama ini diluncurkan Google sudah bisa dicicipi sejumlah varian Nexus, begitu juga dengan ponsel Android high end lainnya. Kapan jatah untuk ponsel murah?

Berbagai vendor mulai menyiapkan Android KitKat untuk ponsel flagship mereka. Sebut saja Samsung yang sudah menyiapkannya untuk Galaxy S4, Sony untuk jajaran Xperia Z dan HTC seri One.

Untuk sejumlah ponsel kelas atas yang seperti disebutkan di atas memang layak mendapat KitKat lebih dulu, tapi bagaimana nasib ponsel Android di kelas bawah?

Entah disengaja atau tidak Google sendiri telah membocorkan spesifikasi teknis Android KitKat. Di situ tertulis bahwa sistem operasi ini juga bersahabat untuk ponsel dengan spesifikasi rendah.

Sayangnya, seperti dikutip dari Slashgear, Jumat (22/11/2013), belum bisa dipastikan kapan KitKat bakal meluncur untuk ponsel kelas bawah. Karena hal ini sangat bergantung kepada keputusan masing-masing vendor ponsel tersebut.

Baca Juga :
Kamis, 21 November 2013
Pakai Android Lenovo, Gratis Facebookan

Pakai Android Lenovo, Gratis Facebookan

Lenovo A850
Lenovo mengerahkan jajaran Android terbaru mereka yang membidik pasar pemula. Agar lebih memikat para remaja, produsen ponsel asal China itu pun menggandeng Facebook.

Kolaborasi keduanya bukan sekadar menyediakan aplikasi Facebook secara preload pada ponsel Lenovo, namun hingga ke akses jaringan yang disediakan gratis.

"Tidak hanya meluncurkan produk, hari ini kami juga memperkenalkan layanan baru Lenovo," buka Agus Sugiharto, Country Manager Mobile Internet Device Home (MIDH) Lenovo Indonesia di Kuningan City, Jakarta, Rabu (20/11/2013).

Layanan yang dimaksud Agus adalah akses gratis ke Facebook melalui ponsel Lenovo tipe tertentu. Untuk menggunakan layanan ini pengguna juga diwajibkan menggunakan kartu Indosat yang sudah termasuk dalam paket penjualan.

Pun begitu, tak semua ponsel Android Lenovo kebagian layanan itu. Agus mengatakan hanya A series terbaru saja yang bisa mengakses Facebook secara gratis. Itu juga hanya berlaku selama 3 bulan setelah proses aktivasi.

"Program ini hanya bisa dipakai pada A369i, A516 dan A850," katanya.

Lenovo A sendiri merupakan jajaran ponsel Android Lenovo dengan harga terjangkau. Produk ini dibuat untuk para pengguna pemula yang kebanyakan masih berusia remaja.

Lenovo A369i, dibekali prosesor dual core 1,3 GHz dan layar 4 inch, sedangkan A516 punya layar yang lebih besar yakni 4,5 inch dengan kamera 5MP.

Sementara A850 memiliki ukuran yang lebih besar lagi, yakni 5,5 inch dengan prosesor quad core 1,3 MP, kamera 5MP dan memori internal 4 GB. Ketiga produk itu sudah menggunakan Android Jelly Bean dan mendukug dual SIM GSM & GSM.

Baca Juga :
Senin, 18 November 2013
Evercoss Rilis Tablet 8 Inci Quad-core AT8

Evercoss Rilis Tablet 8 Inci Quad-core AT8

AT8
Evercoss kembali melempar produk baru ke pasaran, kali ini berupa tablet Android yang dapur pacunya diperkuat prosesor quad-core alias memiliki empat inti pemrosesan.

Lebih tepatnya, berdasarkan informasi tertulis yang diterima Kompas Tekno, chip yang digunakan oleh tablet bernama AT8 tersebut adalah MediaTek 8389 berkecepatan 1,2 GHz, dipadu dengan RAM 1 GB dan kapasitas on-board storage 1 GB.

Layar AT8 berukuran 7,9 inci dengan resolusi 1024x768. Layar yang mengusung teknologi panel LCD in-plane switching ini memiliki dukungan capacitive multi-touch sebanyak 5 titik.

Evercoss mengklaim bahwa layar AT8 memiliki viewing angle sangat lebar, mencapai 178 derajat.

Di bagian belakang AT8 turut tertanam sebuah unit kamera utama dengan resolusi 8 megapixel, sementara kamera depan memiliki resolusi 3 megapixel.

Spesifikasi lain mencakup koneksi 3G HSDPA dan HSUP yang berjalan pada jaringan GSM 850/900/1800, baterai 4200 mAh, GPS, serta gyro dan proximity sensor.

AT8 dijadwalkan mulai tersedia pada Desember 2013 mendatang.

Selain AT8, sebelumnya Evercoss telah meluncurkan sejumlah produk gadget lain yang juga diperkuat prosesor MediaTek, seperti A7S, A7S Hello Kitty, A66, dan AT1G.
Minggu, 17 November 2013
Ponsel Android Murah Mengecewakan, Motorola Rilis Moto G

Ponsel Android Murah Mengecewakan, Motorola Rilis Moto G

Moto G, Android Premium Harga Murah
Motorola mengembangkan smartphone Android yang modern dan bertenaga, namun lebih terjangkau dibanding harga yang ditawarkan pesaing. Hasilnya adalah Moto G yang diluncurkan Motorola pada Rabu (13/11/2013).

Moto G memiliki desain tampilan yang mirip dengan Moto X. Bedanya hanya dibanderol harganya saja. Di AS, Moto G dijual 179 dollar AS (sekitar Rp 2 juta), tanpa ikatan kontrak.

Harganya jauh lebih murah dibanding Samsung Galaxy S4 atau iPhone terbaru. "Harganya hanya seperempat dari Apple," kata CEO Motorola, Dennis Woodside.

Woodside mengatakan hal tersebut kepada AllthingsD sembari menunjukkan Motorola Moto G. Moto G diklaim memiliki performa yang tinggi dengan harga terjangkau.

Walau di pasar smartphone kini beredar perangkat Android dengan kisaran harga 70 dollar AS namun, menurut Woodside, perangkat tersebut performanya belum bagus.

Selain soal performa, ponsel Android murah yang beredar masih menggunakan sistem operasi Android lama, sehingga tidak bisa menjalankan aplikasi terbaru, atau bahkan minus kamera depan.

"Kami merasa memiliki kesempatan untuk menunjukkan ke semua orang bahwa masih ada solusi yang lebih baik," terang Woodside.

Inilah alasan Motorola mengeluarkan Moto G. Motorola Moto G dikembangkan untuk konsumen yang peka terhadap harga. Menurut Woodside, ada sekitar 500 juta orang seperti ini, kebanyakan di negara-negara berkembang.

"Industri smartphone mengabaikan lima miliar orang di bumi yang tak mau membayar 600 dollar AS untuk sebuah smartphone," tutur Woodside.

Woodside mencontohkan Brazil, dimana pendapatan per kapita penduduknya 11.000 dollar AS. Dengan jumlah pendapatan itu, tentu saja mereka tidak bisa membeli iPhone atau smartphone high-end lain. "Ini kesempatan besar bagi Motorola."

Moto G kok bisa murah?

Untuk memangkas biaya, Motorola memang harus mengorbankan beberapa fitur smartphone. Layar Moto G dibuat lebih kecil dibanding Moto X, dan mengusung teknologi display yang lebih murah. Fitur voice recognition dihilangkan, bersamaan dengan dukungan jaringan LTE dalam Moto G.

Namun, sebagai kompensasinya, Moto G dipersenjatai dengan layar 4,5 inci, memori 1 GB dan penyimpanan 8 GB. Ditambah dengan prosesor quad-core bikinan Qualcomm Snapdragon 400.

Berbeda dengan smartphone low-end lain, Moto G mengusung OS Android 4.3, yang bisa di-upgrade ke KitKat.

Motorola Moto G mulai dipasarkan di AS mulai Januari 2014 dan diikuti oleh beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, serta 30 negara lainnya.

Saat ditanya apakah ada rencana Motorola membuat perangkat yang lebih murah lagi, Woodside menjawab, "Masih banyak huruf alfabet sebelum G."

Baca Juga :
Breaking News
Loading...
Kirim Iklan
Press Esc to close
Copyright © 2013 Toko Handphone Ponorogo All Right Reserved