New Design

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label android phone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label android phone. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014
Advan Vandroid S5H

Advan Vandroid S5H

Advan S5H
Phablet Advan Vandroid S5H merupakan sebuah phablet yang dilengkapi oleh fitur Dual SIM, dimana Anda bisa mensisipi dua buah kartu dalam satu ponsel. Phablet android persembahan dari brand Advan ini menggunakan sistem operasi android versi terbaru yaitu OS Android 4.2.1 Jelly Bean.

Performa Optimal
Sebagai prosesor dalam phablet ini, Advan S5H menggunakan chipset Quad-core dengan clock speed 1.2GHz serta didukung RAM 512 MB plus storage 4 GB serta tambahan slot microSD berkapasitas maksimal 32GB. Jika anda memiliki banyak file foto serta lagu maka Anda bisa menyimpannya dalam jumlah banyak tanpa harus khawatir kekurangan ruang penyimpanan.

Sistem Android Terbaru Jelly Bean 4.1.2
Didukung dengan sistem operasi terbaru Android 4.1.2 Jelly Bean, sistem operasi ini luar biasa cepat dan mulus dan menampilkan grafis lebih baik. Dilengkapi juga dengan Google Now yang memberikan informasi yang tepat, bahkan sebelum Anda tanya.

2 Buah Kamera
Terdapat dua buah kamera di dalam phablet Advan Vandroid S5H,  kamera utama beresolusi 8 MP, sedangkan kamera sekundernya  beresolusi sebesar 2 MP dan terletak pada bagian depan. Dapat dipastikan kualitas foto yang dihasilkan akan tajam dan jernih.

Fitur Lengkap
Advan Vandroid S5H mengadopsi layar sentuh teknologi IPS (In-Plane-Switching) TFT Capacitive touchscreen dengan resolusi 1280x720 pixels, 5 poin multi-touch selain itu untuk dapur pacu menggunakan Prosesor Cortex-A7 Quad-core berkecepatan 1.2GHz yang di kombinasikan RAM 512 MB serta sistem operasi Android 4.2.1 Jelly Bean. Pada phablet ini turut tersedia juga konektivitas WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth, kabel data USB, audio jack 3 kapasitas baterai mencapai Lithium 1700 mAh.

Mau beli? Rp. 1.419.000,- setelah diskon 16%
Kunjungi : Lazada

<a href="http://www.lazada.co.id/jual-handphone-android/#Q1099Ci9l5092z3" rel="nofollow" title="lasada"><b>Lazada.co.id</b></a><br />
Kamis, 13 Februari 2014
Android Nokia cuma 1,3 Juta

Android Nokia cuma 1,3 Juta

Nokia Android
Digadang-gadang akan muncul akhir Februari mendatang pada ajang Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, ponsel Android Nokia X malah telah bocor lebih dulu banderol harganya.

Sesuai targetnya yang mengincar segmen low-end, ponsel bersandi Normandy inipun dibanderol cukup terjangkau layaknya ponsel China berbasis Android yang kian banyak menggempur pasar.

Adalah sebuah website jual-beli di Vietnam bernama Mainguyen yang telah memajang ponsel Android pertama Nokia tersebut. Terpampang dengan sebutan Nokia X A110, spesifikasi lengkapnya pun tertulis lengkap seluruhnya.

Sama sekali tak meleset, Nokia X A110 mengandalkan prosesor dual-core 1 GHz, RAM 512 MB, memori internal 4 GB yang dapat ditingkatkan kapasitasnya hingga 32 GB lewat slot micro SD, dan layar TFT 4 inch dengan resolusi 800x480 pixel dengan kepadatan 245 ppi (pixel per inch).

Adapun kemampuan kameranya adalah 5 MP yang dapat dioperasikan melalui Android 4.4.2 KitKat. Sedangkan kemampuan baterainya 1500 mAh.

Dengan spesifikasi yang memang tak terlalu garang, Nokia X A110 pun dibanderol dengan harga layaknya ponsel China. Seperti dikutip dari Ubergizmo, Jumat (14/2/2014), senjata baru Nokia di segmen low-end dibanderol oleh Mainguyen seharga USD 110 atau sekitar Rp 1,3 jutaan saja.

Baca Juga :
Selasa, 11 Februari 2014
Galaxy S4 'Murah' Siap Menggebrak

Galaxy S4 'Murah' Siap Menggebrak

Gempuran ponsel Samsung makin menjadi. Bila Galaxy Note 3 telah dipastikan memiliki varian murah, Galaxy S4 dipastikan bakal segera menyusulnya.

Disebutkan, Samsung tengah menyiapkan versi murah Galaxy S4 untuk menemani Galaxy S III Mini versi murah yang juga tengah digarapnya.

Sayangnya tidak ada informasi lebih lanjut mengenai spesifikasinya, informasinya hanya sebatas banderol harganya yang dipastikan bakal lebih murah dari Galaxy S4 versi standar yang di Indonesia saat ini ditawarkan pada kisaran harga Rp 6,5 juta.

Menariknya, ponsel yang akan mengusung nama Galaxy S4 Value Edition ini konon akan diluncurkan berbarengan dengan Galaxy S III Mini Value Edition yang dikatakan telah disiapkan Samsung sejak sebulan lalu.

Informasi lain mengenai Galaxy S4 Value Edition adalah pilihan warna beragam yang ditawarkannya yakni hitam, putih, merah, ungu, pink, biru, dan coklat.

Untuk Galaxy S III Mini Value Edition disebut sejumlah analis merupakan langkah Samsung yang tak ingin menyia-nyiakan potensi yang masih dimiliki Galaxy S III Mini versi standar. Ponsel yang sudah terbilang lawas ini nyatanya masih menorehkan angka penjualan yang terbilang tinggi.

Bila banderol harga Galaxy S III Mini di Indonesia saat ini berada pada kisaran Rp 3 jutaan, maka seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Selasa (11/2/2014), Galaxy S III Mini Value Edition akan ditawarkan sebesar USD 260 atau sedikit di bawah Rp 3 juta.

Baca Juga :
Senin, 27 Januari 2014
Android Nokia Normandy Sudah masuk ke Indonesia

Android Nokia Normandy Sudah masuk ke Indonesia

Kabar bahwa Nokia akan meluncurkan ponsel pintar berbasis Android semakin mendekati kenyataan. Bocoran demi bocoran, baik foto, maupun spesifikasi dari ponsel yang kabarnya bernama Normandy itu, makin sering muncul.

Menurut informasi yang beredar dalam industri teknologi, Nokia Normandy diberi kode RM-980. Beberapa situs berita teknologi juga mengabarkan hal serupa.

Yang mengejutkan, ponsel Android Nokia ini ternyata sudah "mendarat" di Indonesia. Nokia diam-diam telah mengajukan permohonan sertifikasi Nokia Normandy di Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Nah, ponsel dengan kode RM-980 tersebut sempat masuk dalam daftar uji perangkat di situs SDPPI pada 22 Januari 2014. Sayangnya, keberadaan data ponsel dengan kode RM-980 itu telah hilang/dihapus oleh pihak Ditjen SDPPI keesokan harinya.

Meski demikian, blog teknologi Nokianesia sempat menangkap screen capture keberadaan Normandy di situs Ditjen SDPPI.


Kepada KompasTekno, seorang sumber tepercaya yang telah melihat langsung Normandy mengatakan bahwa ponsel itu menggunakan sistem operasi Android versi 4.4 (Kitkat). Namun, Nokia memodifikasi tampilan Android agar terlihat seperti Windows Phone, yang terkenal dengan nuansa kotak-kotak.

Sumber itu juga mengatakan, Normandy mendukung fitur kartu SIM ganda, slot kartu memori MicroSD, serta menghilangkan semua layanan Google, seperti Play Store dan Google Maps.

Sebagai ganti Play Store, aplikasi-aplikasi Android dapat diunduh dari Nokia Store. Untuk aplikasi pengganti Google Maps, Normandy akan dibekali aplikasi peta andalan Nokia, Here.

Berdasarkan rumor yang beredar, Normandy akan diluncurkan Nokia dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, bulan Februari mendatang. Untuk harga, Normandy akan mengincar segmen pasar menengah ke bawah di bawah harga 150 dollar AS. 

Baca Juga :
Minggu, 26 Januari 2014
Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia

Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia

Nokia sejak lama dikabarkan sedang membangun sebuah ponsel pintar yang ditenagai sistem operasi Android. Handset dengan nomor seri RM-980 yang memakai nama kode `Normandy` itu sempat beberapa kali muncul di internet melalui berbagai bocoran.

Namun Nokia masih tak bergeming terkait bocoran produk yang disebut-sebut sedang dikembangkannya itu. Kali ini sebuah informasi terbaru terkait Normandy kembali muncul dari balai uji perangkat Pos dan telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Postel).

Berdasarkan informasi yang terdapat di laman resmi Postel, ponsel itu menyandang nomor seri RM-980. Perangkat yang tertulis dibuat di China tersebut diajukan pada tanggal 21 Januari 2014 dan dinyatakan sedang dalam proses sertifikasi (SP2 Sertifikat).

Nama PT Parastar Echoroindo tercantum sebagai pengaju sertifikasi perangkat buatan perusahaan asal Finlandia itu. Parastar Echorindo tak lain merupakan salah satu distributor Nokia yang juga memiliki jaringan retail Sentra Ponsel.


Seperti yang sudah banyak diberitakan, Nokia Normandy digadang-gadang sebagai ponsel Nokia yang berjalan di atas sistem operasi Android.

Handset yang kemungkinan akan masuk dalam keluarga Lumia itu diharapkan bakal menjadi kekuatan baru di pasar Android yang masih terus membesar.

Meskipun banyak bocoran yang sudah muncul terkait Nokia Normandy, tapi masih banyak orang yang meragukan ketersediaannya di pasaran. Nokia yang segera menjadi bagian dari Microsoft merupakan alasan bahwa Nokia kemungkinan besar tidak akan beralih dari Windows Phone ke Android.
Kamis, 23 Januari 2014
Moto G Murah, Motorola Siapkan Lagi yang Super Murah

Moto G Murah, Motorola Siapkan Lagi yang Super Murah

Motorola G
Kayaknya Motorola tidak akan berhenti mengusahakan smartphone dengan harga terjangkau. Meski sudah merilis Moto G yang disebutnya smartphone murah, Motorola kabarnya masih menyiapkan lagi ponsel yang super murah.

CEO Motorola Dennis Woodside dalam sebuah wawancara yang dilansir Tech Crunch, Kamis (23/1/2014), mempertanyakan kebutuhan akan smartphone dengan harga lebih tinggi.

"Mengapa perangkat-perangkat ini tak bisa dijual dengan harga USD 50 misalnya? Tidak ada alasan hal itu tidak bisa terjadi. Oleh karena itu kami mengupayakannya," ujar Dennis.

Pernyataannya tersebut memunculkan spekulasi, Motorola akan merilis ponsel dengan banderol sekitar USD 50, lebih murah 75% dari handset termurah Motorola. Dengan demikian, Motorola meninggalkan persaingan dengan ponsel mahal dan beralih ke smartphone super murah.

Moto G sendiri dinilai sebagai ponsel Android murah dengan spesifikasi mumpuni saat ini. Malah, harga jualnya kini hanya sekitar Rp 1 jutaan di Amerika Serikat. Versi GSM Moto G dipatok harganya mulai USD 179 lepas kontrak layanan data operator. Jika dirupiahkan, harga Moto G hanya Rp 2 juta. Nah, versi CDMA rupanya cuma dijual USD 100.

Beberapa waktu lalu, teka-teki kehadiran Moto G di Indonesia mulai terungkap. Setelah sebelumnya diluncurkan di Malaysia, handset tersebut diketahui sudah menjalani proses pengujian di Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo.

Menariknya, ternyata Trikomsel selaku distributor resminya di Indonesia telah mendaftarkannya sejak pertengahan bulan Desember 2013. Membuktikan bahwa sang distributor memang tak ingin berlama-lama memboyong versi terjangkau Moto X ini ke Indonesia.

Konon, Moto G bakal mulai menyapa pengguna ponsel Tanah Air pada kisaran bulan Februari mendatang. Adapun harganya, diproyeksi berada di angka Rp 2 jutaan.

Baca Juga :
Menanti Kejutan dari Bundling Android Smartfren

Menanti Kejutan dari Bundling Android Smartfren

Peluncuran Andromax U3 dan Andromax V jelas hanya salam pembuka dari Smartfren mengawali gebrakannya di 2014. Dalam waktu dekat, operator seluler berbasis CDMA ini akan merilis lanjutan seri Andromax terbaru demi upaya menggenjot target lima juta aktivasi pelanggan baru.

“Tunggu saja kejutan dari kami. Dalam tiga-empat bulan lagi kami akan kembali hadir dengan produk bundling terbaru yang tentunya jauh lebih tinggi spesifikasinya,” kata Sukaca Purwakardjono, Head of Smartphone Product Smartfren Telecom, di Kembang Goela, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Sukaca menjelaskan, selain menggandeng sejumlah vendor untuk memasok brand Andromax seperti Hisense, Innos, ZTE, dan Huawei, pihaknya juga tengah menjalin pembicaraan dengan Lenovo untuk bundling ponsel Dual SIM CDMA-GSM setelah sukses dengan bundling HTC One Dual SIM untuk non-Andomax.

“Ini wujud komitmen kami untuk terus mengembangkan ekosistem CDMA di Indonesia dengan menghadirkan pilihan bundling smartphone sesuai keinginan pengguna kami,” jelas Sukaca lebih lanjut.

Menurut Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren, bundling Andromax yang dipasarkannya sejauh ini laku keras dan telah diaktivasi pelanggan sebanyak 339 ribu unit pada kuartal ketiga 2013 lalu.

“Ini menjadikan kami sebagai importir perangkat seluler urutan kedua terbesar di Indonesia setelah Samsung, menurut data IDC. Bahkan Andromax kami jauh lebih laku dibandingkan brand besar seperti BlackBerry dan Nokia,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Sukaca, angka aktivasi penjualan di kuartal keempat ternyata lebih besar lagi karena Smartfren masih merilis produk baru saat itu. “Dari hitung-hitungan tim internal kami, penjualan di kuartal keempat yang berhasil diaktivasi sebanyak 560 ribu unit".

Itu artinya, kata dia, dalam setahun terakhir di 2013, Smartfren berhasil mendapatkan aktivasi pelanggan lebih dari 1,2 juta hasil dari penjualan bundling Andromax seri C, I, U, V, Z, T, dan G. Menurut Sukaca, yang paling laku seri C, I, dan U dengan komposisi masing-masing 20%. “Sementara yang V itu 5% sampai 10%,” katanya.

Melihat prospek cerah dari bundling Andromax ini, Smartfren pun tak ragu untuk mematok target tinggi di 2014 ini. Jika di 2013 bisa menjual 1,2 juta unit lebih, di tahun ini kata Sukaca, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan tiga hingga empat kali lipatnya.

“Kami ingin agar Andromax menguasai 18% hingga 20% pangsa pasar smartphone di Indonesia. Kami optimistis karena di kuartal keempat kemarin saja kami menguasai 12% hingga 15% market share,” katanya.

Strategi bundling ini juga sejalan dengan target perseroan untuk menambah aktivasi jumlah pelanggan baru sedikitnya 4-5 juta. Menurut Merza Fachys, Direktur Smartfren, di akhir 2013 lalu pihaknya membukukan 11 juta pelanggan

Baca Juga :
Rabu, 22 Januari 2014
Geek, Ponsel Tizen dari ZTE

Geek, Ponsel Tizen dari ZTE

ZTE kabarnya telah menyiapkan dengan rapi kemunculan ponsel Tizen jagoannya. Smartphone ini diperkirakan akan mejeng tak lama lagi, yakni saat Mobile World Congress (MWC) 2014.

ZTE Geek, demikian nama smartphone tersebut, memang cukup bikin penasaran. Sebelumnya sempat beredar video berdurasi 3 menit yang menampilkan demo handset Tizen. Namun dilihat dari desainnya yang mirip seri Galaxy Samsung, tampaknya handset tersebut merupakan buatan sang vendor asal Korea Selatan.

Nah, sementara kemunculan ponsel Tizen Samsung masih terus molor, ZTE sepertinya ingin lebih dulu unjuk gigi. Namun meski rumor kemunculan ZTE Geek ke publik santer dikabarkan Februari mendatang, belum bisa dipastikan kapan smartphone ini dijual.

Kabar yang dilansir Digital Trends, Rabu (22/1/2014) hanya menyebutkan, ZTE dipastikan akan meluncurkan ponsel Tizen tahun ini, dan memasarkannya beberapa pekan setelah peluncuran.

Mengenai spesifikasinya masih simpang siur, ZTE Geek konon bakal dibekali chipset Intel. Namun bocoran lain ada juga yang menyebutkan ZTE Geek menggunakan Nvidia Tegra 4. Layarnya berukuran 5 inch, memiliki kamera belakang 8 megapixel dan kamera depan 1 megapixel, serta dibekali kapasitas penyimpanan internal 8GB.

Ini bukan pertama kalinya ZTE berkecimpung di sistem operasi (OS) berbeda selain Android. Perusahaan asal China ini sebelumnya juga menjadi vendor pertama yang menawarkan handset berbasis OS Firefox.

Tizen sendiri dikembangkan Samsung bersama Intel. Berbasis Linux, Tizen dipromosikan Linux Foundation sebagai alternatif platform Android. Tizen adalah pengembangan dari platform MeeGo yang dulu dikembangkan Nokia bersama Intel dan LiMo.

Baca Juga :
Selasa, 21 Januari 2014
Samsung Galaxy S5, Android Rasa Windows Phone?

Samsung Galaxy S5, Android Rasa Windows Phone?

Home Screen Galaxy S5
Selain kecanggihan kamera 20 megapixels dan sensor biometrik, apalagi yang bisa ditawarkan untuk sebuah ponsel jagoan yang dibanderol hingga Rp 13 juta ini. Bagaimana dengan Android rasa Windows Phone?

Smartphone terbaru dari Samsung, Galaxy S5, dilaporkan akan punya tampilan home screen baru yang berbeda dari seri sebelumnya. Disebut sebagai 'Smart Home Screen', apa saja kemampuannya?

Informasi ini datang dari akun Twitter @evleaks. Akun yang kerap membocorkan gadget terbaru ini melansir sebuah foto yang memperlihatkan home screen yang tampak seperti rangkaian kotak-kotak.

Disebut pintar, karena home screen ini akan berubah-ubah sesuai dengan lokasi pengguna atau apa yang mereka lakukan. Sekilas, dengan tampilan kotak-kotak Metro dan fungsinya tersebut, smart home screen Samsung ini tampak seperti home screen pada Windows Phone.

Seperti dikutip Mashable, Rabu (22/1/2014), home screen baru itu berwujud kolom seperti kartu. Pada kartu-kartu tersebut tampak informasi, misalnya status online order, sport, jadwal penerbangan selanjutnya, social contact, upcoming concert dan appointment yang dibuat.

Namun belum tentu home screen ini menjadi versi final yang akan digunakan pada Galaxy S5 nantinya. Samsung bisa saja tengah bereksperimen dengan beragam gaya home screen dan pendekatan yang berbeda.

Baca Juga :
Senin, 20 Januari 2014
Advan S5G, Penantang Serius di Kelas Ponsel Jumbo

Advan S5G, Penantang Serius di Kelas Ponsel Jumbo

"Hah! Ponsel lokal harganya Rp 3,5 juta? Kemahalan. Ponsel lokal wajarnya sih Rp 1 jutaan". Pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, kalimat ini kadang kerap dilontarkan pengguna ponsel Tanah Air saat menakar harga ponsel lokal.

Memang, ponsel merek lokal masih belum bisa lepas dari stereotype 'murah dan punya kualitas seadanya'. Padahal kenyataannya tak selalu seperti itu.

Meski banyak yang bermain di kelas menengah ke bawah dengan menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan ponsel branded, tetapi vendor merek lokal ada pula yang ingin naik kelas dengan menyodorkan perangkat premium untuk segmen menengah ke atas.

Dari sisi kualitas mereka terus berbenah agar tidak kalah dengan ponsel branded. Namun imbasnya, ya harganya tak bisa di kisaran Rp 1 jutaan. Ini untuk mewujudkan keinginan untuk mendapatkan perangkat dengan kualitas mumpuni.

Salah satu vendor yang kini menggembar-gemborkan bahwa produknya berkualitas premium bukan murahan adalah Advan. Perusahaan yang punya pabrik di kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah ini terus berusaha menghapus cap negatif vendor lokal yang murah dan murahan.

Salah satu produk yang dijagokan adalah Advan S5G. Ini merupakan phablet yang diklaim akan menjadi penantang serius di kelas ponsel jumbo alias phablet. Lantas, bagaimana kemampuan seharga Rp 3,5 juta ini? Berikut reviewnya:

1. Desain
Jauh dari kesan murahan, berikut kesan pertama saat melihat Advan S5G. Perangkat ini dikemas dengan layar selebar 5,7 inch Full HD kapasitif. Ukurannya terasa pas untuk sebuah phablet.

Termasuk saat dibekap dalam genggaman tangan, melakukan navigasi pada phablet ini dengan satu tangan pria dewasa pun bisa dilakukan dengan mudah. Dan yang lebih penting adalah ketika digunakan untuk menelpon, Advan S5G tak terlihat aneh karena terlalu besar. Jadi dari ukuran memang pas!

Dengan layar Full HD beresolusi 1920x1080 pixel, ponsel jumbo ini pastinya menawarkan tampilan menjanjikan. Bisa dibilang dari sisi display, ia sudah selevel dengan produk kelas atas lainnya.

Tampilan jernih dan tajam menjadi keunggulan Advan S5G. Terlebih batas antara bezel dan layar juga tak terlalu lebar. Sehingga ia jadi lebih enak dilihat serta membuatnya jadi lebih ringkas.

2. Kamera 18 MP
Kamera 18 megapixel? Ya, ini memang tidak familiar di pasaran. Sebab produk lain rata-rata 'cuma' membenamkan kamera 8 MP atau 13 MP di perangkat besutannya. Memang, ada yang hadir dengan kamera 20 MP, atau bahkan 41 MP.

Namun yang pasti, dengan mengusung kamera 18 MP -- yang merupakan angka tidak biasa untuk sebuah sensor kamera  --  Advan ingin 'menggelitik' pengguna. 

Pun demikian, berapapun angkanya, toh yang lebih penting adalah kualitas kamera yang dihasilkan dalam mengabadikan gambar.

Nah, di Advan S5G sendiri, jika bicara kualias sejatinya tak terlalu mengecewakan. Memang, awalnya dengan embel-embel '18 MP', pasti ada ekspektasi khusus akan kualitas dari kamera ini yang (mungkin) jauh melebihi ponsel berkamera 8MP atau 13 MP.

Namun nyatanya hal itu sulit dibandingkan. Tetapi secara umum, dari segi kualitas gambar yang dihasilkan, secara umum kamera Advan S5G tak kalah dengan perangkat kelas atas lainnya.

Advan sendiri mengklaim, dengan resolusi 18 megapixel, hasil jepretan Advan S5G setara dengan kamera digital dan bisa dicetak dengan ukuran benner 1 meter x 1.5 meter dengan hasil yang tidak pecah.

Berbagai scene mode bisa dijumpai, seperti portrait, lanscape, night potret, steady photo, firework, dan lainnya. Begitu juga dengan colour effect:  sepia, negative, mono, serta blackboard. Tak ketinggalan pengaturan exposure  dan white balance.

Ketika mencoba untuk melakukan pengambilan gambar dalam beberapa kondisi. Seperti suasana jalan raya dimana kendaraan yang lalu-lalang sedang tancap gas. Termasuk saat kondisi temaram untuk mengeker keyboard Macbook Air.

Oh iya, kamera Advan S5G juga memiliki fitur panorama yang bisa memotret obyek dengan angle lebih banyak kemudian secara otomatis kamera akan menjahit beragam angle gambar menjadi satu gambar menarik.

Fitur ini  biasanya digunakan untuk meng-capture nuansa yang lebih variatif, sehingga gambar yang dihasilkan benar-benar memberi nuansa berbeda. Fitur panorama yang dimiliki Vandroid S5G bisa disetting sampai 360 derajat. Dengan demikian gambar di sekeliling bisa terekam menjadi satu kesatuan.

Pengguna juga bisa merekam momen yang memiliki gerakan cepat, seperti balapan mobil, orang berlari, dan lainnya.

Moment-moment tersebut bisa direkam secara cepat dan detail dari gerakan satu ke gerakan berikutnya dengan fitur continuous shot yang mencapai 99 frame

3. Performa
Dapur pacu Advan S5G dikebuli dengan prosesor Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz, RAM 1 GB, dan memori internal 32 GB.

Di atas kertas, untuk prosesor cukup mentereng, apalagi ada embel-embel prosesor empat inti. Termasuk untuk memori internal yang sudah lega. Mungkin yang kurang menonjol adalah dari sisi RAM, yang cuma 1 GB.

Namun ketika dijajal di lapangan. Advan S5G nyatanya bisa melahap berbagai tugas yang diberikan. Saat dinavigasikan secara umum respons yang diberikan terbilang cepat. Sapuan jemari dapat 'berdansa' di layar lebarnya dengan lihai. Dan perpindahan antar layar juga cepat.

Termasuk saat digeber dengan menjalankan video berkualitas HD dan memainkan sejumlah game, Advan S5G mampu tampil memuaskan. Tapi ketika penggunaan cukup lama, seperti biasa bagian belakang mulai 'berkeringat' alias terasa hangat.

Penasaran, ketika dicoba melakukan benchmark dengan beberapa aplikasi benchmarking populer. Dengan aplikasi Quadrant, Advan S5G menorehkan angka 4436. Dalam data Quadrant, hasil ini berada di atas nilai Asus Transformer Prime, Samsung Galaxy Tab 10.1, LG Optimus 2X, dan Nexus S. Tapi Advan S5G masih di bawah HTC One X.

4. Kesimpulan
Bagi Anda yang menginginkan perangkat phablet yang bisa diandalkan -- dalam arti tak cuma menang karena berlayar besar namun performanya juga mumpuni -- Advan S5G bisa dipertimbangkan.

Apalagi harga perangkat ini lebih ramah kantong dibandingkan perangkat yang jauh lebih populer. Lumayan, perbedaannya bisa mencapai beberapa juta rupiah, jika dibandingkan Samsung Galaxy Note 3 dan OPPO N1.

Namun memang, dari segi fitur, Advan S5G terbilang biasa. Tak ada fitur spesial layaknya perangkat kelas atas lainnya yang mampu membuat pengguna mengucap 'wow'. 

Memang hal ini bisa ditutupi dengan kehadiran fitur standar yang mampu berjalan optimal. Namun tak ada salahnya juga kan jika pengguna menginginkan fitur keren yang bisa dipamerkan ke teman-teman dan pengguna ponsel lainnya?

Kelebihan:
+ FItur berjalan optimal
+ Harga murah

Kekurangan
- Tak ada fitur spesial
- Brand belum terlalu populer 

Spesifikasi Advan S5G:

- Screen: 5,7 inch Full HD Capacitive Screen
- Processor: Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz
- OS: Android Jelly Bean 4 .2
- Memory: 32 GB
- RAM: 1 GB
- Camera: Dual (rear AF 18mp) front 5 mp
- Sim Card: Dual Sim : Micro & Standard
- WiFi: 802.11 b/g/n
- Bluetooth: Verse 4.0
- Micro SD: Micro SD Up to 32 GB
- Battery: 2.500 mAh
- Jaringan: 3G Call, SMS, Internet Browsing, SMS, GPS.
Kamis, 16 Januari 2014
ZTE Ambisi Jual 60 Juta Unit Smartphone

ZTE Ambisi Jual 60 Juta Unit Smartphone

ZTE, salah satu produsen ponsel besar asal China, coba semakin berkibar di industri smartphone. Meski belakangan persaingan yang terjadi antar vendor ponsel terindikasi semakin ketat saja, ZTE tetap optimistis menyambut tahun 2014 dengan target lumayan tinggi.

Zhang Renjun selaku Senior Vice President ZTE Corporation menyatakan bahwa pada tahun 2013 perusahaannya mampu menjual 40 juta ponsel pintar secara global. Nah di tahun 2014 ini, mereka menargetkan penjualan sampai 60 juta unit smartphone.

Zhang Renjun pun berjanji ZTE yang juga dikenal sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi ini, akan semakin agresif di pasar global. Mereka menyasar pertumbuhan di pasar negara maju seperti Amerika Serikat dan negara negara Eropa ataupun pasar yang sedang pesat perkembangannya seperti Indonesia dan India.

"Indonesia adalah pasar yang sangat besar dengan populasi tinggi. Dan 41 persennya adalah anak anak muda," kata Zhang mengenai seksinya pasar ponsel di Tanah Air, dalam konferensi pers di yang dihadiri di Hong Kong.

Untuk mencapai target penjualannya, ZTE akan tetap mengusung strategi penjualan dengan dua cara. Yaitu menyediakan handset yang dijual dengan sistem bundling dan menjual ponsel secara langsung melalui mitra distributor lokal. Dalam penyediaan handset di Indonesia, ZTE antara lain bermitra dengan operator CDMA Smartfren.

"Yang terpenting adalah kami menyediakan produk ponsel yang bagus. Kami juga akan terus mengembangkan chanel penjualan dan berbisnis baik secara business to business maupun business to consumer," tambah Zhang.
Rabu, 15 Januari 2014
Galaxy Tab 3 Versi Murah

Galaxy Tab 3 Versi Murah

Samsung baru-baru ini santer dikabarkan akan merilis Galaxy Tab 3 versi murah. Galaxy Tab 3 Lite, demikian sebutannya, menampakkan diri lengkap dengan bocoran spesifikasinya.

Sejumlah situs dan blog teknologi melansir sebuah sketsa yang diklaim sebagai deskripsi Galaxy Tab 3 Lite. NDTV salah satunya, Kamis (16/1/2014) melaporkan tablet ini akan memiliki layar berukuran 7 inch dengan resolusi 1024x600p.

Prosesor Marvell PXA986 (Cortex A9) 1,2 GHz disebut-sebut sebagai dapur pacunya, dengan RAM 1GB. Secara keseluruhan, tablet ini berukuran 193x117x9,7mm dengan bobot 310 gram. Akan ada dua versi, tablet dengan kode seri SM-T111 berbekal konektivitas 3G dan lainnya dengan kode seri SM-T110 mengandalkan jaringan WiFi.

Galaxy Tab 3 Lite dibekali kapasitas penyimpanan internal 8 GB yang bisa ditambah menggunakan microSD, baterai 3600 mAh dan kamera belakang 2 megapixel. Saat dirilis nanti, OS-nya masih Android Jelly Bean. Terdapat pula Bluetooth dan GPS.


Yang paling menarik adalah perkiraan harganya. Laporan ini menyebutkan untuk versi WiFi Galaxy Tab 3 Lite diperkirakan akan berbanderol USD 165. Sementara versi WiFi+3G sedikit lebih mahal yakni USD 264.

Sebelumnya, Galaxy Tab 3 versi murah ini bocor dari dokumen Federal Communications Commission. Kabarnya, produk ini akan diluncurkan sekitar akhir Januari 2014.

Baca Juga :
Minggu, 12 Januari 2014
Pendiri Apple Kagumi Android China

Pendiri Apple Kagumi Android China

Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, belum lama ini mendatangi pabrik ponsel Android Xiaomi di China. Ia pun dibuat terkejut, dan yakin smartphone Xiaomi dapat menggebrak pasar Amerika Serikat yang biasanya sulit ditembus.

"Xiaomi punya produk yang sangat luar biasa yang bisa menggebrak pasar di Amerika Serikat," ungkap Woz, usai mendatangi kantor pusat Xiaomi di Beijing, sepert dikutip dari Tech Hive, Senin (13/1/2013).

Kedatangan Woz ke kantor Xiaomi memang bukan tanpa asalan, produsen China itu memang sengaja mengundang Woz untuk berbincang langsung dengan para insinyur mereka. Dan meski masih seumur jagung, Xiaomi ternyata bisa membuat Woz terkesima dengan produknya.

Selain ponsel, Xiaomi juga membuat TV pintar dan router Wifi yang nantinya bisa dibuat saling terhubung di dalam rumah pintar yang dikendalkan melalui smartphone.

"Perusahaan ini punya visi yang sangat kuat. Semua produk yang mereka buat adalah kunci pendukung visi mereka di masa depan," tambah Woz.

Xiaomi sendiri sudah mulai melebarkan pangsa pasar mereka. Bahkan kabarnya produsen yang membajak Hugo Barra dari Google ini sudah membangun markas di Singapura yang akan menjadi penghubung untuk ekspansi ke Indonesia.
Kamis, 09 Januari 2014
Android Kian Menggurita di Tahun Kuda

Android Kian Menggurita di Tahun Kuda

Lembaga riset Gartner memproyeksi akan ada sekitar 2,5 miliar smart devices seperti ponsel, tablet, dan PC yang dikapalkan di sepanjang 2014. Jumlah ini meningkat 7,6% dibandingkan tahun lalu.

Diperkirakan, ponsel yang akan dikapalkan tahun ini mencapai 1,9 miliar unit dimana sekitar 1,1 miliar di antaranya berbasis Android. Sedangkan PC yang dikapalkan sebanyak 278 juta unit, dan komputer tablet sekitar 300 juta unit.

Di tahun kuda ini, sistem operasi Android juga diperkirakan akan kian mendominasi dengan persentase mencapai 45% di semua perangkat. Tahun sebelumnya, Android sudah menguasai 38%. Dominasi Android diperkirakan masih akan berlanjut menjadi 48% di 2015.

Menurut catatan Gartner, perangkat Android yang dikapalkan di sepanjang 2013 lalu diperkirakan mencapai 1,9 miliar. Sedangkan Apple dengan iOS dan Mac sekitar 682 juta unit.

Direktur Riset Gartner Ranjit Atwal memprediksi, seiring terus melesatnya pamor Android, maka Samsung sebagai vendor terbesar yang mengusung OS itu masih akan terus mempertahankan pangsa pasarnya.

Seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (9/1/2014), Apple dalam prediksi Gartner juga terlihat menempel ketat sistem operasi Windows di semua perangkat. Posisinya, Windows sebanyak 360 juta unit, sementara Apple di 344 juta unit selama 2014.

Baca Juga :
Jumat, 03 Januari 2014
Android Rebut Tahta Ponsel Sejuta Umat

Android Rebut Tahta Ponsel Sejuta Umat

Tak dapat dipungkiri bahwa sistem operasi Android saat ini sedang merajalela. Pengguna ponsel yang memakai OS Android banyak dijumpai di sekitar.

Boleh dibilang, ponsel Android sudah bisa dijuluki sebagai ponsel sejuta umat. Sebuah gelar yang pada zaman dahulu identik dengan Nokia.

Ya memang pada zaman dahulu, ponsel Nokia begitu banyak digunakan sehingga mendapat julukan tersebut. Namun akhirnya, masa kejayaan mereka berakhir.

Lalu, apa saja fakta menarik soal Android dan mengapa ia layak disebut sebagai OS ponsel sejuta umat? Simak berikut ini.

1. Menguasai pangsa 81%

Penelitian dari biro riset Strategy Analytics menyebutkan bahwa dari 251 juta smartphone yang dikapalkan di seluruh dunia pada kuartal III 2013, 81% di antaranya memakai Android.

"Dominasi Android mencapai titik tertinggi di kuartal III 2013, dengan empat dari lima ponsel memakai Android. Adapun BlackBerry menurun menjadi hanya 1% karena lemahnya performa perangkat BlackBerry 10," tukas Scott Bicheno, analis di Strategy Analytics.

"Apple juga kehilangan pasar melawan Android karena tidak terdengar gaungnya di pasar smartphone murah," tambah Scott.

Kedigdayaan Android tergambar jelas dalam riset Strategy Analytics ini, dengan pangsa pasar yang sangat jauh dari lawan-lawannya.

2. Dipakai banyak vendor

Sifat Android sebagai sistem operasi open source yang dapat digunakan siapapun tanpa biaya, membuat begitu banyak vendor ponsel memakainya.

Produsen ponsel raksasa seperti Samsung, LG, HTC sampai Sony, semuanya mengandalkan Android. Mereka memodifikasi software Android ataupun menambahkan fitur khusus sebagai diferensiasi.

Begitupun produsen ponsel yang bermain di pasar lokal negara tertentu, biasanya memproduksi ponsel Android. Di Indonesia, ada nama seperti Evercoss, Mito, ataupun Maxtron.

Banyaknya vendor yang mengadopsi Android membuktikan bahwa OS ini memang tengah berada di puncak popularitasnya.

3. Ada 1 milyar aplikasi di Play Store
Aplikasi sudah menjadi menu wajib di sebuah smartphone. Seiring popularitas Android, para developer pun ramai-ramai mengembangkan aplikasi untuk Android.

Di toko aplikasi Google Play Store, tercatat jumlah aplikasinya sudah tembus 1 miliar sampai bulan Juli 2013.

Sedangkan jumlah download yang dilakukan para pengguna Android, sudah mencapai lebih dari 50 miliar kali.

Hampir semua aplikasi populer ada di Play Store. Termasuk Instagram, Path, WhatsApp, Candycrush dan begitu banyak lainnya.

4. Favorit serangan program jahat
Semakin tinggi popularitas sistem operasi biasanya berbanding lurus dengan jumlah program jahat yang mengincarnya. Tidak terkecuali dengan Android.

Sejumlah penelitan dari perusahaan sekuriti membenarkan ancaman program jahat di Android terus bertambah. Malah dalam studinya, Department of Homeland Security (DHS) yang berkolaborasi dengan FBI (Federal Bureau and Investigation) mengatakan Android merupakan magnet bagi serangan malware.

DHS dan FBI mengungkapkan serangan yang mengincar perangkat Android memiliki porsi terbesar dengan 79 %. Sementara serangan pada perangkat iOS hanya menorehkan porsi tidak sampai 1 % atau tepatnya 0,7 %.

Terbesar kedua ternyata adalah Symbian, sistem operasi yang telah dihentikan pengembangannya tersebut memiliki porsi kerentanan terhadap serangan malware sebesar 19 %. Diikuti oleh Windows Phone dan BlackBerry yang masing-masing hanya memiliki porsi hanya 0,3 %.

5. Harga ponsel terjangkau
Salah satu yang membuat ponsel Android merajalela adalah, banyak vendor yang menawarkan model dengan harga terjangkau. Terutama, vendor ponsel lokal di negara negara tertentu.

Memang, ponsel Android dijual dalam berbagai rentang harga. Semakin tinggi spesifikasinya, semakin mahal harganya.

Namun bagi yang ingin sekadar mencoba ponsel Android dan tidak memusingkan performa atau spesifikasi, bisa memilih handset Android harga terjangkau.

Malah, beberapa vendor ponsel ada yang menawarkan Android seharga kurang dari Rp 1 juta.

Sabtu, 28 Desember 2013
no image

Sebelum Mirip iPhone, Ponsel Android Mirip BlackBerry

Smartphone Android dikenal dengan bentuk full-touchscreen yang didominasi oleh layar sentuh berukuran besar dibanding proporsi tubuh ponsel secara keseluruhan.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Android pada awalnya dirancang untuk perangkat dengan keyboard QWERTY seperti ponsel BlackBerry.

Android versi "original" ini disebut dengan kodenama "Sooner" oleh tim pengembang di Google. Seperti bisa dilihat pada gambar di bawah, bentuk ponsel yang dibayangkan oleh Google untuk OS mobile itu tak jauh berbeda dari form factor smartphone yang umum ditemukan beberapa tahun yang lalu.
Reuters Purwarupa ponsel Android versi awal dengan layar non-touchscreen dan keyboard QWERTY
Sistem operasi tersebut sedianya bakal dirilis pada akhir 2007, dua tahun setelah dibeli Google dari pengembang aslinya, Danger.

Kemudian muncullah iPhone.

Menyusul berita tentang smartphone layar sentuh dari Apple itu, tim Android merasa dunia gadget sudah berubah total.

"Sebagai konsumen, saya kagum. Saya ingin memiliki perangkat itu (iPhone). Tapi sebagai insinyur Google, saya berpikir bahwa kami harus mulai dari nol lagi," ujar Chris DeSalvo, yang mengembangkan OS Google bersama "bapak Android" Andy Rubin, sebagaimana dikutip dalam laporan The Atlantic.

Tiba-tiba saja ponsel Android "Sooner" tampak kuno, dengan layar kecil yang tak mendukung touch-screen dan deretan huruf-huruf papan ketik ala smartphone jadul. "Ponsel kami jadi terlihat seperti berasal dari tahun 90-an," ujar DeSalvo.

Android pun urung diluncurkan. Tak kurang Andy Rubin sendiri yang berujar, "Saya pikir ponsel (Sooner) itu mesti dibatalkan."

Tim Google memutuskan banting setir. Kali ini OS Android difokuskan pada device touchscreen yang bisa bersaing dengan iPhone. "Sooner" ditiadakan, diganti sistem operasi dengan kodenama "Dream" yang peluncurannya dijadwalkan pada 2008.

"Saya tak pernah menyangka bahwa apa yang kami kerjakan bisa dimentahkan begitu saja -bahwa iPhone berarti 'game over'," ujar manajer proyek Android Eric Tseng. "Tapi sebuah standar baru telah ditetapkan, dan apapun yang akan kami luncurkan harus memenuhi standar itu."

Ponsel Android pertama, T-Mobile G1 bikinan HTC, masih mengandalkan keyboard model slide disamping layar sentuh, begitu juga dengan segelintir perangkat Android yang muncul setelahnya. Tapi lambat laun form factor full-touchscreen menjadi dominan.

Kini, Android telah menjelma menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia, disusul iOS yang menjadi inspirasi perubahannya dulu. Dua platform itu selamanya mengubah wajah dunia mobile.
Ponsel Android Nokia Bakal Hadir Warna-warni

Ponsel Android Nokia Bakal Hadir Warna-warni

Nokia dgn OS Android
Wujud perangkat yang diduga sebagai "Normandy" —ponsel pintar berbasis Android besutan Nokia— kembali beredar di dunia maya. Dari bocoran baru ini, terlihat ponsel tersebut memiliki casing berwarna-warni, mirip dengan apa yang diadopsi Nokia di perangkat seri Lumia.

Dipublikasi pertama kalinya di akun Twitter @evleaks, perangkat ini hadir dalam enam pilihan warna, yaitu hijau, putih, kuning, biru, merah, dan hitam.

Nokia Normandy tidak dibekali banyak tombol pada bagian mukanya, hanya ada tombol Home atau Back di bawah layar. Bentuk fisik Normandy mirip dengan desain Nokia Asha terbaru (Asha 500, 501, 502, dan 503).

Informasi pemakaian sistem operasi Android di ponsel Normandy, pertama kalinya didapatkan oleh situs The Verge dari beberapa sumber.

Menurut prediksi situs teknologi tersebut, ponsel "misterius" Nokia ini tidak menggunakan versi Android yang sama dengan milik Google. Nokia tampaknya akan menggunakan Android yang telah dimodifikasi, sama seperti yang dilakukan Amazon pada produk tabletnya, Kindle Fire.

Tujuan penggunaan Android  yang dimodifikasi tersebut adalah untuk menyesuaikan sepenuhnya penggunaan sistem operasi di perangkat milik Nokia.

Para karyawan Nokia yang mengembangkan Normandy sendiri sempat memberi bocoran bahwa perangkat ini rencananya rilis pada 2014 mendatang.
Sabtu, 21 Desember 2013
Evercoss Siap Ekspor Ponsel Dari Pabrik Barunya di Semarang

Evercoss Siap Ekspor Ponsel Dari Pabrik Barunya di Semarang

Pabrik senilai 1 T milik Evercross yang berada di Semarang rencananya tidak hanya untuk memenuhi pasokan dalam negeri. Hasil produksi pabrik ponsel tersebut juga akan diekspor ke mancanegara.

PT Aries Indo Global (AIG), yang membawahi Evercoss mengatakan bahwa pabrik yang ada di Semarang akan beroperasi mulai 2014 mendatang. Dimana pada tahap pertama akan diproduksi 10 line ponsel atau setara 500.000 hingga 600.000 unit dan dapat membuka lapangan kerja sampai 1.000 orang.

Pabrik tersebut nantinya akan menjadi basis perakitan ponsel Evercoss, baik jenis feature phone maupun smartphone berbasis Android yang menjadi andalannya.

"Meski tidak beroperasi secara penuh, pabrik Evercoss di Semarang nantinya akan menangani distribusi lokal sekaligus ekspor ke luar negeri," ujar Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss.

Adapun tujuan ekspornya, menurut Janto, adalah 10 negara di wilayah Asean. 10 Negara tujuan ekspor Evercoss sendiri tersebut adalah Negara di mana merk Evercoss telah berhasil mendapat paten merk di sana.

Sayangnya hingga saat ini salah satu petinggi Evercoss itu tak ingin menjelaskan lebih lanjut Negara ASEAN mana saja yang bakal diincar Evercoss dalam usahanya melebarkan sayap ke pasar luar negeri.

"Saat Evercoss telah dipasarkan di luar negeri, pengguna ponsel Evercoss di Indonesia sedikit-banyak dapat berbangga diri karena produk ponsel lokal di genggamannya juga dipasarkan di luar negeri," imbuhnya.
Senin, 16 Desember 2013
Samsung Perkenalkan Galaxy Core Advance

Samsung Perkenalkan Galaxy Core Advance

Galaxy Grand Advance
Selain rumor tentang smartphone high-end Samsung Galaxy S5, perusahaan asal Korea ini juga mempersiapkan amunisinya untuk menyasar pasar ponsel low-end.

Pada tahun 2014 nanti, Samsung akan meluncurkan smartphone dengan harga yang terjangkau, Samsung Galaxy Core Advance.

Dalam keterangan pers, Samsung menerangkan bahwa Galaxy Core Advance dibuat untuk memberikan pengalaman ala Galaxy ke lebih banyak pengguna dengan fitur-fitur yang ditingkatkan.

Smartphone dengan layar 4,7 inci memiliki penutup bagian belakang dengan lapisan Soft Feel, sehingga pengguna tidak akan merasa kepanasan saat menggenggam smartphone dalam waktu lama.

Yang menarik, Samsung mengembalikan tombol fisik di dalam Galaxy Core Advance. Terdapat tombol Home, kamera, volume, dan tombol daya bagi pengguna yang merasa tidak intuitif menggunakan layar sentuh.

Strategi Samsung ini mungkin tepat jika menyasar pengguna smartphone pemula kelas bawah, yang baru saja beralih dari feature phone.

Spesifikasi teknis yang dimiliki Galaxy Core Advance adalah prosesor dual Core 1,2 GHz, RAM 1 GB, penyimpanan internal 8 GB, kamera 5 MP auto fokus dan VGA, baterai 2.000 mAh, dan menjalankan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean.

Samsung belum mengumumkan harga Galaxy Core Advance secara resmi, namun smartphone ini dipastikan mulai bereadr di pasar pada awal tahun 2014.

Dikutip dari The Verge, Senin (16/12/2013), Samsung mengatakan bahwa Galaxy Core Advance adalah wujud dari komitmen dan inovasi Samsung untuk semua lapisan masyarakat, menegaskan bahwa smartphone tersebut ditujukan bagi pasar di negara-negara yang sedang berkembang.
Duel Phablet, LG Gx Tantang Galaxy Note 3

Duel Phablet, LG Gx Tantang Galaxy Note 3

LG GX
Perlawanan LG terhadap sang saudara serumpun, Samsung, begitu terlihat di ranah phablet. Di segmen ponsel jumbo ini, Samsung Galaxy Note 3 ditantang LG Gx.

Untuk ukuran layar, LG Gx memang sedikit lebih kecil, yakni 5,5 inch. Sementara Galaxy Note 3 dibekali layar selebar 5,7 inch.

Sementara untuk dapur pacu, LG Gx digeber dengan prosesor Snapdragorn 600 quad core, RAM 2 GB, storage on board 32 GB dan sistem operasi Android Jelly Bean.

Kamera 13 megapixel dengan autofocus jadi andalan LG Gx untuk meringkus gambar di sisi belakang. Adapun bagian depan, cuma dibenamkan kamera 2,1 megapixel.

LG Gx sudah mengusung konektivitas LTE/HSPA/EV-DO, Bluetooth 4.0, USB 2.0, serta NFC. Daya tahan LG Gx lumayan menjanjikan dengan kekuatan baterai 3140 mAh.

Belum diketahui berapa harga yang akan dilabeli LG untuk phablet jagoannya tersebut. Namun yang pasti, perangkat ini akan tersedia dengan warna hitam dan putih.

Sebagai pamungkas, LG Gx sudah dilengkapi dengan fitur yang ada di LG G2 dan GPro. Seperti KnockON, Pause, Smart Day, Media TIme, Smart Memo, dan QRemote.

Baca Juga :
Breaking News
Loading...
Kirim Iklan
Press Esc to close
Copyright © 2013 Toko Handphone Ponorogo All Right Reserved