New Design

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label messenger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label messenger. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014
Google Sempat Menawar WhatsApp......tapi ditolak

Google Sempat Menawar WhatsApp......tapi ditolak

Akuisisi Facebook atas layanan pesan instan WhatsApp mengagetkan banyak pihak. Dengan harga yang fantastis, akuisisi ini memiliki nilai terbesar di dunia teknlogi informasi saat ini. Total, akuisisi ini bernilai US$ 19 Miliar atau sekitar Rp 223 triliun. Google kabarnya juga sempat menawar WhatsApp. Namun ditolak. Kenapa sebab?

Menurut bocoran yang diperoleh Fortune, Kamis (20/2) tawaran Google 'hanya' US$ 10 miliar. Ini hanya mendekati setengah dari harga yang ditawarkan Facebook. Terlebih Facebook menawarkan kursi Direksi bagi Jan Koum, pendiri WhatsApp. Sedangkan Google, harga US$ 10 miliar tanpa tambahan kursi Direksi. Namun Google enggan memberikan tanggapan atas pemberitaan Fortune ini.

Mark Zuckerberg, CEO Facebook menyebut akuisisi WhatsApp guna mencapai apa yang tidak dapat dicapai Facebook. Yakni popularitas dan penggunaan aktif di wilayah pasar ponsel siap untuk meledak dalam beberapa tahun mendatang. Akuisisi WhatsApp ini juga untuk membantu proyek Internet.org. Proyek ini memiliki misi menyediakan akses Internet untuk dua pertiga bagian dunia yang belum terkoneksi. Di wilayah inilah WhatsApp populer. Maka, Facebook menggaet WhatsApp.


Keberadaan WhatsApp juga tak akan menggantikan Facebook Mesengger. Menurutnya, dua aplikasi pesan ini berbeda kegunaannya. Facebook Messenger berfungsi seperti surat elektronik, sedang WhatsApp berfungsi real-time.

Baca Juga :
Rabu, 19 Februari 2014
WhatsApp, 'Bayi' Rp 209 Triliun Kreasi Sesepuh Yahoo

WhatsApp, 'Bayi' Rp 209 Triliun Kreasi Sesepuh Yahoo

WhatsApp adalah salah satu layanan instant messaging yang mampu meraih kesuksesan besar seiring dengan meningkatnya popularitas smartphone. Layanan ini mampu melesat dengan cepat di antara aplikasi sejenis.

Bila dibandingkan dengan Yahoo Messenger atau bahkan BlackBerry Messenger, nama WhatsApp terhitung baru di kancah layanan bertukar pesan. Namun layanan ini dalam waktu singkat menjadi favorit karena mendukung banyak platform, termasuk Android, iOS, maupun BlackBerry.

WhatsApp juga ‘lahir’ dari orang-orang penting yang punya filosofi tinggi dan rendah hati. Berikut kisah perjalanan WhatsApp, seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (20/2/2014).


Perusahaan WhatsApp Inc didirikan pada tahun 2009 oleh dua orang pria bernama Brian Acton dan Jan Koum. Keduanya adalah mantan pekerja senior di raksasa online Yahoo.

Keduanya sudah bekerja di Yahoo dalam waktu sekitar 20 tahun. Jan Koum yang awalnya punya ide menciptakan sebuah aplikasi yang bisa mem-broadcast status ketika seseorang tidak dapat dihubungi karena alasan tertentu.

Koum pun mengajak Acton untuk bekerja sama dengannya. Jadilah kemudian mereka menciptakan perusahaan start up teknologi bernama WhatsApp Inc yang berlokasi di Santa Clara, California.

Namun aplikasi broadcast status tersebut hanya menarik perhatian sedikit orang. Barulah ketika mereka mennambahkan fungsi messaging pada paruh kedua 2009, WhatsApp pun meledak.

WhatsApp Inc kabarnya hanya mempekerjakan sekitar 20 orang saja. Di mana sebagian besar di antaranya adalah teknisi.

 Aplikasi ini memang bukan tergolong gratisan. Untuk setahun pertama, WhatsApp memberikannya secara gratis, baru kemudian pengguna diharus membayar sejumlah uang.

Ada yang menarik dari identitas untuk membuat WhatsApp, yakni pengguna hanya perlu memberikan nomor ponselnya saja. Tak perlu ID email atau nomor PIN.

Selain itu, user juga bisa berkirim foto dan video melalui WhatsApp. User interfacenya pun simpel dan mudah digunakan.

"Kami memang ingin menciptakan sesuatu yang simpel dan pada saat yang sama, sangat berguna bagi orang banyak," kata Jan Koum.

Popularitas layanan seperti WhatsApp pun semakin menekan penggunaan SMS. Sebab selain berbayar, penampilan dan fungsi SMS pun kurang menarik lagi dibandingkan WhatsApp.

WhatsApp mungkin menjadi aplikasi messaging paling sukses saat ini. Penggunanya terus tumbuh, demikian juga jumlah pesan yang terkirim per harinya, bahkan meski sempat didera isu pelanggaran privasi.

Baru-baru ini, WhatsApp mengumumkan saat ini ada 54 miliar pesan yang dikirim setiap harinya. Aplikasi messaging cross platform ini menangani sekitar 18 miliar pesan masuk dan 36 miliar pesan ke luar per harinya.

Angka ini sangat impresif. Seorang analis mobile Benedict Evans mengatakan, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari total pesan SMS yang lalu lalang secara global setiap harinya.

Sebenarnya bukan hal yang mengejutkan, mengingat WhatsApp saat ini punya 450 juta pengguna aktif. Meski banyak pesaing bermunculan, WhatsApp tampaknya masih favorit. Penampilannya yang sederhana dan kemudahan berkirim pesan membuatnya terus diminati
Diakuisisi Facebook, Pengguna Ancam Tinggalkan Whatsapp

Diakuisisi Facebook, Pengguna Ancam Tinggalkan Whatsapp

Akuisisi WhatsApp oleh Facebook senilai USD 19 miliar disambut dengan reaksi beragam. Tentu saja tidak semua menyambut baik, malah beberapa pengguna WhatsApp terlalu reaktif dan mengancam tidak akan lagi menggunakan aplikasi messaging ini.

"Rayakan akuisisi Facebook pada WhatsApp dengan menghapus keduanya dari ponselmu dan jangan pernah menyebut nama mereka lagi," tulis seorang pengguna Twitter bernama girlonthenet.

"Aku menghapus WhatsApp karena Mark Zuckerberg akan menyerahkan semua informasi yang ada kepada NSA," tulis pengguna Twitter lainnya, hardism yang dikutip dari Business Insider, Kamis (20/2/2014).

Beberapa pihak memang khawatir Facebook akan merombak WhatsApp atau memasukkan iklan dalam layanannya. Padahal, user sudah terlanjur nyaman dengan layanan WhatsApp seperti saat ini yang sederhana, tanpa iklan dan mudah digunakan.

Kabar baiknya, CEO WhatsApp Jan Koum sudah meyakinkan bahwa WhatsApp tidak akan berubah meski dicaplok Facebook. "WhatsApp akan terus beroperasi secara independen dari Kantor Pusat di Mountain View. Pengguna masih akan dapat menggunakan layanan gratis selama setahun, dan kemudian membayar 99 sen," tulisnya,

"WhatsApp saat ini belum pernah mencoba memasarkan apapun pada penggunanya. Pemilik WhatsApp memang sangat ketat soal ini, yaitu tidak ada iklan," kata Tero Kuittinen, analis di perusahaan analisis mobile, Alekstra. Banyak yang berharap semoga memang demikian, WhatsApp tetap tanpa iklan.
Minggu, 24 November 2013
WeChat Populer di Kalangan Anak Muda

WeChat Populer di Kalangan Anak Muda

We Chat
WeChat bisa dibilang mobile apps messaging yang tumbuh paling pesat di seluruh dunia dalam sembilan bulan terakhir di 2013 ini, khususnya untuk pengguna dari kalangan usia muda 16-19 tahun dimana pertumbuhannya menembus 1021%.

Berdasarkan riset GlobaWebIndex, dengan lebih 100 juta akun telah terdaftar sebagai pengguna WeChat di seluruh dunia, aplikasi ini menjadi social apps yang paling banyak di-download di banyak pasar aplikasi pada beragam sistem operasi mobile.

Penetrasi WeChat di Indonesia saat ini telah mencapai 30% dari pengguna smartphone di Indonesia, dan telah melakukan banyak inovasi dan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan. Misalnya, dengan KFC dan Tokobagus sebagai bagian dari strategi pemasaran produk.

"WeChat telah berkembang di pesat sejak diperkenalkan ke pasar global. Keberadaannya tidak hanya sekadar menguasai top chart unduhan di banyak pasar aplikasi, tapi juga mendominasi penggunaan mobile social apps di kalangan anak muda," tutur Vice President International Business Group di Tencent Poshu Yeung.

WeChat pertamakali diperkenalkan di Indonesia melalui joint venture antara MNC dan Tencent pada 28 Februari 2013. e-Marketer memprediksi ada sekitar 41,6 juta pengguna smartphone di Indonesia atau mencapai tingkat penetrasi 16,6% dari total populasi. Angka ini merupakan 24% dari total pengguna ponsel di Indonesia.

Sedangkan di China, WeChat juga dimanfaatkan untuk mobile commerce. Hal ini ditunjukkan oleh vendor ponsel Xiaomi yang tengah mencoba menjual produknya melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga :
Jumat, 22 November 2013
Rahasia Sukses KakaoTalk: Mau Belajar dari Kesalahan

Rahasia Sukses KakaoTalk: Mau Belajar dari Kesalahan

CEO Kakao Talk
Sejak dirilis 18 Maret 2010, KakaoTalk kini telah digunakan oleh lebih dari 120 juta orang di seluruh dunia. Layanan messaging asal Korea Selatan ini pun sudah merambah platform iOS, Android, BlackBerry, dan Windows Phone.

Namun tak ada kesuksesan yang diraih dengan instan. KakaoTalk pun menjajaki serangkaian proses dan beberapa kali sempat gagal. CEO KakaoTalk Sirgoo Lee bahkan menyebut perusahaannya belajar banyak dari kegagalan.

Di salah satu sesi Startup Asia Jakarta 2013, ada lima hal yang diungkap Sirgoo, mengenai rahasia jatuh bangun KakaoTalk hingga akhirnya kini bisa menggaet pasar global.

Hal pertama adalah belajar dari kesalahan. KakaoTalk sempat terseok-seok dalam dua tahun pertamanya. Aplikasi yang mereka buat sempat tidak laku. Dari sini, Sirgoo dan timnya segera berpikir untuk mendengarkan keinginan user.

Kedua, KakaoTalk pun melakukan pembenahan dari sisi teknis dengan mempekerjakan software engineer terbaik. Diklaim Sirgoo, KakaoTalk punya banyak software engineer berbakat yang dapat diandalkan. Ini sangat membantu mereka melawan kompetitor.

Ketiga, kultur yang terbuka. Diakui Sirgoo, Korea terkenal dengan hierarkinya yang kuat. Kultur tertutup seperti ini tidak bisa membawa mereka merangkul pasar global. Itu sebabnya, KakaoTalk pun mengadopsi kultur Amerika yang lebih terbuka dan santai. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan nama layanan yang berbau Amerika.

Keempat, lingkungan kerja yang baik menurutnya adalah faktor pendukung pertumbuhan KakaoTalk yang tak bisa dikesampingkan. Dia pun mengatakan semua karyawannya terbuka dan berbagi informasi dengan sesama karyawan adalah hal yang penting.

"Kami mendorong tim untuk meninggalkan komentar dan pandangan mereka tentang karyawan lain di jaringan internal kami. Ini membantu kami tumbuh," ujarnya.

Terakhir, basis pengguna loyal yang sangat diperhatikan. "Kami menjalin komunikasi yang erat dengan user kami," kata Sirgoo. Dikatakannya, bagian dari proses pengembangan produk di KakaoTalk melibatkan pandangan dan pendapat dari user.

Baca Juga :
Rabu, 30 Oktober 2013
Antrean Dihilangkan, BBM Makin Ngacir

Antrean Dihilangkan, BBM Makin Ngacir

BBM Lintas Platform
Peminat BlackBerry Messenger (BBM) di ranah Android dan iOS masih belum berhenti menyerbu. Apalagi, kini antrean untuk mencicipi BBM telah dihilangkan.

Seperti diketahui, BlackBerry awalnya melakukan sistem prioritas. Jadi jika sebelumnya pengguna tidak melakukan registrasi di situs BBM, maka ia harus antre dulu untuk bisa mengakses BBM. Memang waktu antrenya tak lama.

Namun pada akhir pekan lalu, BlackBerry telah meniadakan antrean virtual dan pengguna Android serta iPhone saat ini sudah dapat mengoperasikan pesan instan tersebut. Caranya mudah, hanya sign in dan Anda dapat menggunakan BBM tanpa menunggu lagi.

BBM Android dan iPhone telah diunduh lebih dari 10 juta hanya dalam 24 jam. Dan selama minggu pertama kehadirannya, BBM mendapat tambahan lebih dari 20 juta pengguna baru. Sehingga total kini BBM sudah memiliki lebih dari 80 juta pengguna.

Dalam sepekan, BBM menjadi aplikasi gratis yang paling digemari di Google Play di 35 negara dan di App Store bertengger di 107 negara, dan masih begitu kuat di pasar utama seperti Kanada, AS, Inggris, sebagian Timur Tengah, dan tak terkecuali Indonesia.

"Kami bangga BBM diunduh oleh masyarakat luas, namun yang terpenting buat kami adalah interaksi – koneksi dan percakapan antar pengguna menjadikan komunitas BBM kami lebih terhubung dan interaktif. Kekuatan yang selalu BBM tawarkan kepada pelanggan adalah percakapan yang real dan interaksi yang aktif," ungkap Andrew Bocking, Executive Vice President of BBM di BlackBerry.

"Ke depannya, BlackBerry akan fokus kepada pengguna aktif BBM dan tidak lagi fokus hanya pada total angka unduh saja," lanjutnya, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :
BBM Masih Keteteran Lawan WhatsApp

BBM Masih Keteteran Lawan WhatsApp

BlackBerry Messenger (BBM) boleh saja memuncaki toko aplikasi App Store dan Google Play Store dengan menumbangkan pesaingnya, WhatsApp. Namun sejatinya, WhatsApp masih unggul jauh di atas BBM.

WhatsApp saat ini adalah layanan messaging lintas platform yang paling banyak digunakan. CEO WhatsApp, Jan Koum, menyatakan bahwa pengguna aktif WhatsApp saat ini mencapai 350 juta.

BBM sendiri memang cepat melesat kala dirilis untuk Android dan iOS. Jumlah download mencapai 10 juta kali dalam 24 jam pertama dan kini diumumkan menembus 20 juta.

Ditambah dengan pengguna BBM di BlackBerry yang mencapai 60 jutaan, total pemakai BBM hampir menyentuh 100 juta. Namun masih ratusan juta selisihnya dari WhatsApp.

"Pengguna aktif bulanan di BlackBerry, Android, dan iPhone, telah mencapai 80 juta pengguna. Terima Kasih atas dukungannya selama ini,” kata Head of BlackBerry Messenger, Andrew Bocking. BBM bisa unggul dari WhatsApp di toko aplikasi karena yang diukur adalah jumlah download dalam kurun waktu tertentu, bukan total download

Jika pertumbuhan pengguna BBM lintas platform terus melesat dan tidak melambat secara drastis, bukan tidak mungkin BBM mampu mengalahkan WhatsApp. Namun untuk saat ini, WhatsApp masih unggul soal jumlah pemakai, dengan gap cukup jauh.

BacaJuga :
Senin, 28 Oktober 2013
Cara Instal BBM di Android Gingerbread 2.3

Cara Instal BBM di Android Gingerbread 2.3



BBM di Android Gingerbread

Tidak seperti BlackBerry Messenger (BBM) versi resmi, pengguna Android Gingerbread 2.3 yang ingin mencicipi BBM wajib melakukan sedikit kustomisasi pada perangkat miliknya.

Sebab aplikasi BBM untuk Android Gingerbread merupakan versi tak resmi. Jadi pengguna yang penasaran wajib melakukan root pada handset sebelum melakukan instalasi.

Aplikasi BBM untuk Android versi 2.3 merupakan hasil porting yang masih menyisakan sejumlah bug dan terkadang masih mewajibkan pengguna untuk mengkopi beberapa file secara manual ke dalam folder sistem operasi.


Setelah menginstal BBM untuk Android Gingerbread, pada beberapa perangkat pengguna mungkin akan menemui masalah force close, dimana aplikasi langsung menutup sendiri sesaat setelah dibuka.

Untuk mengatasinya, pengguna wajib meng-copy secara manual folder 'lib' yang ada di APK BBM ‘Roti jahe’ ke dalam folder system/lib.

Adapun cara untuk mengkopi folder lib dalam APK BBM Gingerbread, pengguna tinggal menggunakan aplikasi pengekstrak file seperti WinZip, WinRar, atau 7zip.

Sedangkan untuk mengkopikannya ke dalam folder system/lib pada perangkat Android, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi manajemen file seperti Root Explorer
Selain mengkopikan file yang dibutuhkan, pengguna juga wajib mengeset permission folder yang dikopi dengan pilihan rw-r-r (read, write, read, read). Untuk melakukannya, cukup menekan agak lama folder yang dikopi hingga keluar pilihan yang mana permission adalah salah satunya.

Memang, caranya tidak semudah menginstal BBM versi resmi. Namun bagi pengguna yang penasaran, meski terkesan ribet, sebagian besar mungkin bakal tertarik mencobanya. Sayang, keberhasilannya ternyata juga dipengaruhi oleh perangkat yang digunakan.

Dengan kata lain, meski seluruh proses telah dilakukan, tak menjamin aplikasi BBM untuk Android Gingerbread akan berhasil digunakan.

Namun jangan khawatir, sang pembesut -- XDA Developer -- mengatakan masih akan terus bereksperimen hingga aplikasi BBM untuk Android versi 2.3 dapat digunakan dengan mudah dan lancar layaknya versi resminya.

Baca Juga :

Minggu, 27 Oktober 2013
Update BBM di Android

Update BBM di Android

BBM di Android
Setelah mengeluarkan update untuk iPhone, BlackBerry memperbarui aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android pada Jumat (25/10/2013) ini.

Update terbaru BBM untuk Android ini dirilis untuk memperbaiki beberapa bug dan meningkatkan performa aplikasi chat tersebut.


Yang terpenting dari update ini adalah menjanjikan dukungan lebih banyak terhadap perangkat-perangkat Android yang sebelumnya tidak kompatibel atau tidak bisa menginstal BBM.

Namun, dalam catatan aplikasi (changelog) tidak disebutkan perangkat Android tambahan apa saja yang akhirnya kompatibel dengan aplikasi BBM lintas platform ini.

Sebagai diketahui, tidak semua perangkat Android kompatibel dengan BBM lintas platform meskipun perangkat tersebut sudah menggunakan Android 4.0 (Ice Cream Sandwich).

Beberapa pengguna melaporkan tidak bisa mengunduh aplikasi BBM dari Google Play Store dengan mendapati pesan "perangkat yang dimiliki tidak didukung".

Dari pantauan KompasTekno, beberapa ponsel Android yang tidak kompatibel tersebut antara lain Galaxy Chat, Xperia E, Lenovo A390, Galaxy Fame, dan HTC Desire C.

Dengan dirilisnya update dengan nomor versi 1.0.0.72 ini diharapkan perangkat-perangkat tersebut bisa mengunduh dan menggunakan BBM lintas platform.

Aplikasi BBM update terbaru ini sudah dapat diunduh dari Google Play Store atau melalui tautan ini.

BlackBerry telah meluncurkan kembali aplikasi BBM untuk iPhone dan Android pada Selasa (22/10/2013). Pendistribusian BBM lintas platform ini dilakukan dengan metode waiting list untuk menghindari lonjakan pengguna secara mendadak.

Aplikasi BBM bisa berjalan di iPhone dengan iOS versi 6 ke atas dan ponsel Android merek apa pun asalkan telah menggunakan Android 4.0 ke atas (Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean).

Pengguna iPhone dan Android dapat memanfaatkan BBM untuk mengirim pesan teks, foto, voice note, serta membuat grup diskusi berisi 30 kontak.

Baca Juga :
Cara "Log Out" dan Ganti PIN di BBM Android

Cara "Log Out" dan Ganti PIN di BBM Android

BBM di ANdroid
Tak seperti layanan chat lain, BlackBerry Messenger (BBM) tidak memberi kesempatan pengguna untuk "keluar" atau log out.

Log out di BBM sebenarnya berguna bila pengguna ingin log in dengan akun BlackBerry ID lain. Misalnya, log in menggunakan akun BlackBerry ID yang sebelumnya telah digunakan di ponsel BlackBerry. Sebab, saat pertama log in ke BBM lintas platform masih menggunakan BlackBerry ID baru untuk coba-coba.

Prosesi "keluar sesaat" ini juga berguna, misalnya pengguna sementara waktu tidak ingin dihubungi via BBM atau bisa juga saat ingin mengirit baterai.

Ternyata, ada trik sederhana untuk melakukan sign out dari BBM di Android. Sebelumnya, cara satu-satunya untuk log out adalah menghapus aplikasinya.


Caranya sangat mudah. Pertama, pilih menu "Setting" dari perangkat Android, lalu pilih "Apps". Kemudian, pilih aplikasi BBM, kemudian tekan tombol menu "Clear data".

Pada kondisi ini, aplikasi BBM Android sudah tidak aktif. Artinya, Anda sudah tidak dapat menerima pesan dari BBM.

Jika ingin kembali aktif BBM-an atau ingin log in dengan BlackBerry ID berbeda, jalankan kembali aplikasinya. Tampilan yang muncul adalah seperti pertama kali mengunduh aplikasi BBM, Anda diminta untuk memasukkan alamat e-mail.

Masukkan kembali e-mail yang terdaftar di BBM.com. Jika ditolak, Anda harus mendaftarkan alamat e-mail baru dan tentu harus mengantre kembali sampai memperoleh konfimasi dari BlackBerry agar dapat melakukan langkah selanjutnya.

Terakhir, Anda tinggal sign in dengan memasukkan alamat e-mail BlackBerry ID Anda.

Ganti PIN

Cara di atas juga berguna untuk "ganti PIN" alias membuat nomor PIN baru atau membuat akun BlackBerry ID baru.

Caranya, setelah melakukan prosesi log out seperti langkah-langkah di atas, masukkan e-mail yang terdaftar di BBM.com. Selanjutnya, klik "Create a BlackBerry ID", lalu isi data yang diminta, dan ikuti langkah-langkahnya sampai selesai.

Jika nomor PIN yang diperoleh tak sesuai keinginan, ulangi proses dari awal. Artinya, perlu beberapa alamat e-mail untuk sampai mendapatkan nomor PIN "cantik".

Proses ini juga bisa dilakukan jika ingin mengganti e-mail yang digunakan untuk BlackBerry ID. Tujuannya, agar alamat e-mail untuk log in BBM adalah alamat e-mail utama, yang biasa digunakan sehari-hari, sehingga mudah diingat dan tidak perlu menggunakan alamat e-mail yang berbeda-beda untuk log in sebuah layanan.

Baca Juga :
Kamis, 24 Oktober 2013
BBM 'mengalahkan' WhatsApp di Google Play

BBM 'mengalahkan' WhatsApp di Google Play



BlackBerry Messenger lintas platform langsung menuai popularitas tinggi. Setelah memuncaki toko aplikasi App Store, kini BBM merangsek di posisi pertama aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Google Play Store, toko aplikasi Android.

Di Play Store, BBM berhasil mengungguli WhatsApp, layanan messaging dari pesaing yang semula menempati ranking pertama. Adapun skor dari review para pengguna untuk BBM di Android mencapai 4.2.

BBM memang menuai rasa penasaran dari para pengguna Android dan iPhone. Sehingga mereka pun ramai-ramai mencobanya.

BlackBerry sendiri telah mengumumkan, download BBM berhasil tembus 10 juta kali hanya dalam 24 jam pertama ketersediannya di platform iOS dan Android.

Namun sempat muncul isu miring bahwa review bagus BBM di Android dipalsukan, mengingat banyaknya kalimat yang mirip antara review satu dengan lainnya. BlackBerry sedang menginvestigasi isu tersebut.

Kamis, 10 Oktober 2013
BBM Android & iOS Dikejar Deadline

BBM Android & iOS Dikejar Deadline

BBM di Android
BlackBerry sejatinya punya start bagus saat banyak pengguna Android dan iPhone yang penasaran untuk mencicipi BlackBerry Messenger (BBM). Namun apa daya, rencana tinggal rencana, BBM malah pending di hari penting.

Seperti diketahui, peluncuran BBM lintas platform tak sesuai yang diharapkan. Serbuan BBM untuk Android yang tidak resmi membuat sistem BlackBerry kewalahan, hingga akhirnya membuat semua rencana vendor asal Kanada itu berantakan.

Ujung-ujungnya, kehadiran BBM lintas platform harus ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. BlackBerry sendiri saat ini kembali menguji BBM untuk Android kepada kalangan terbatas.

Sejumlah perbaikan bakal dilakukan pada aplikasi BBM versi beta terbaru ini. Namun yang menarik adalah tampilan menu depannya yang berbeda dibanding versi sebelumnya. Menyusul fungsi notifikasi yang kali ini dapat dinonaktifkan oleh penggunanya.

Pun demikian, apapun perubahannya, BlackBerry sejatinya jangan terlalu lama merilis BBM untuk Android dan iPhone secara resmi. Sebab, hal ini bisa menjadi antiklimaks dan membuat pengguna antipati dengan BBM.

Namun kapan? Ibitimes melansir, waktu yang dinanti itu akan hadir pada akhir bulan ini, atau di atas tanggal 20 Oktober. Memang BlackBerry belum memberi konfirmasi soal kabar ini. Namun yang pasti, Jika terlalu lama, sulit rasanya bagi BlackBerry untuk kembali menarik simpati para penggila gadget yang telah kadung kecewa.

Apalagi, persaingan di layanan aplikasi pesan instan sudah sama beratnya dengan pasar smartphone. Pemain eksisting macam WhatsApp, Line, KakaoTalk, dan lainnya terus berbenah diri dan punya banyak pengguna setia.

Jadi kini, bola ada di tangan BlackBerry, sampai kapan kerja kerasnya untuk menghadirkan BBM untuk Android dan iOS dapat dirasakan langsung oleh pengguna?

Baca Juga :
- Anjlok di Pasar Global, BlackBerry Ikut Melorot di...
- BBM Akan Tersedia untuk Windows Phone
- BBM Lintas Platform Segera Rampung
- Cara Pastikan Aplikasi BBM di Android Asli
- BBM DI ANDROID DAN IOS, BAYAR ATAU GRATIS?


Rabu, 09 Oktober 2013
WhatsApp Kalahkan Line dan KakaoTalk

WhatsApp Kalahkan Line dan KakaoTalk

Berbagai aplikasi pengirim pesan instan telah hadir untuk berbagai platform. Mulai dari Line, WeChat, hingga Kakao Talk. Tapi, manakah yang paling banyak digunakan? Ternyata WhatsApp dinobatkan pada posisi pertama oleh situs teknologi TechLife.
Predikat "raja" itu diberikan setelah melihat jumlah pengguna aplikasi chatting ini yang mencapai 300 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Pengguna juga memberikan tanggapan yang baik tentang aplikasi yang hadir di hampir semua platform ini. Jaringannya pun stabil sehingga pengiriman pesan, foto, video, dan data-data lainnya jarang mengalami gangguan. 


Kelebihan lainnya, WhatsApp memberikan komunikasi yang bebas kepada semua penggunanya. Proses pengunduhan dan pemasangan pun tergolong mudah. Aksesnya juga bisa digunakan untuk komunikasi internasional. 

Berbeda dengan aplikasi chatting lainnya yang butuh ID atau nomor PIN, WhatsApp hanya membutuhkan nomor ponsel. Selain itu, WhatsApp bisa langsung mendeteksi teman Anda yang menggunakan aplikasi sama tanpa harus ditambahkan sebagai teman. Pada menu kontak ponsel, teman yang juga menggunakan WhatsApp akan terlihat memiliki lambang aplikasi ini. 

Namun, meski pada posisi pertama untuk aplikasi chatting saat ini, WhatsApp harus bersiap menerima saingan. Ada iMessage dan FacTime keluaran Apple, Hangouts milik Google, dan belum lagi BBM yang sedang diusahakan hadir untuk berbagai platfrom. 

Baca Juga :
Breaking News
Loading...
Kirim Iklan
Press Esc to close
Copyright © 2013 Toko Handphone Ponorogo All Right Reserved